Bahas Limbah di Bengawan Solo, Perajin Etanol Dikumpulkan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penanganan masalah limbah di Sungai Bengawan Solo menjadi tanggung jawab semua pihak tidak hanya pemerintah namun juga pelaku usaha.  Karena itu perlu kesepahaman agar lingkungan tetap bersih. Seperti dilakukan Polres Sukoharjo dengan mengumpulkan semua pihak untuk menjaga Sungai Bengawan Solo dikemudian hari tidak lagi terjadi pencemaran.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Minggu (1/12) mengatakan, kondisi pencemaran limbah di Sungai Bengawan Solo sangat memprihatinkan karena perlu dilakukan sumber masalah dan cara penyelesaiannya. Sebab penanganan masalah tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja yakni pemerintah namun juga semua memiliki peran sama. 

Polres Sukoharjo dalam hal ini menggagas kegiatan sarasehan Kamtibmas dengan menggundang semua pihak menangani masalah pencemaran limbah di Sungai Bengawan Solo. Mereka yang dilibatkan seperti pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) salah satunya bergerak sebagai perajin etanol, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, pengusaha dan unsur lainnya. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu memberi masukan mengenai cara penyelesaian masalah.

"Kegiatan ini untuk mencari akar permasalahannya sumber limbah dan mencari solusi bersama. Sebab kondisi limbah seperti di Sungai Bengawan Solo sekarang sedang jadi sorotan," ujarnya.

Temuan akar masalah nanti akan dipastikan bisa ditemukan solusi penanganannya. Sebab hal itu mendesak segera dilakukan agar masalah limbah tidak lagi terjadi di Sungai Bengawan Solo. Polres Sukoharjo dalam hal ini juga akan melakukan pengawalan hingga tuntas. 

"Menjaga kebersihan lingkungan itu tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya satu sisi saja pemerintah, namun juga pelaku usaha hingga masyarakat punya peran sama," lanjutnya.

Ketua perajin etanol Sabariyono mengatakan, keberadaan perajin etanol tersebar disejumlah wilayah di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto. Para perajin etanol ini merupakan pelaku UMKM. Mereka sudah sangat lama memproduksi etanol sesuai dengan ketentuan dan perizinan yang telah dimiliki.

Pengurus paguyuban juga sudah meminta kepada para perajin etanol untuk tidak melakukan pencemaran limbah. Termasuk diantaranya membuang ke Sungai Bengawan Solo. Sebab pencemaran yang dilakukan sangat membahayakan dan melanggar aturan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI