Banjir Weru Rendam Ratusan Hektar Tanaman Padi

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Hujan deras mengakibatkan Tanggul Gajing di Desa Tegalsari Kecamatan Weru jebol. Akibatnya puluhan rumah warga dan seratusan hektar tanaman padi terendam banjir. Pihak kecamatan langsung bergerak cepat melakukan penanganan dengan menutup jebolnya tanggul menggunakan batu dan karung pasir.

Camat Weru Samino, Jumat (25/11/2016) mengatakan, hujan deras terjadi sejak Kamis (24/11/2016) sore dan mengakibatkan banjir dan merendam rumah dan sawah. Puncaknya terjadi pada Jumat sekitar pukul 02.00 WIB dinihari setelah Tanggul Gajing jebol. Air banjir semakin tinggi dengan ketinggian 60 centimeter.

Banjir terjadi di Desa Karanwuni sebanyak 30 rumah, Desa Tegalsari 20 rumah. Banjir juga menggenangi sawah seluas 130 hektar. Akibatnya tanaman padi yang masih dalam pembibitan sebanyak 85 persen diantaranya mengalami kerusakan.

Tingginya air banjir yang merendam rumah tidak sampai membuat warga mengungsi. Warga tetap tinggal di rumah untuk menjaga harta benda. “Kami sudah melakukan penanganan darurat untuk membantu warga korban banjir. Banjir disebabkan karena hujan yang mengakibatkan sungai meluap dan Tanggul Gajing jebol,” ujar Samino.

Penanganan darurat dilakukan bersama melibatkan seluruh elemen baik aparat dari Kodim 0726 dan Polres Sukoharjo serta masyarakat umum. Bentuknya yakni dengan membersihkan sampah di pintu saluran agar air mengalir dengan lancar.

Selain itu juga membuat bendung darurat untuk membendung tanggul jebol menggunakan batu, karung pasir dan bambu. Usaha tersebut cukup efektif mengurangi semakin parahnya banjir. “Posisi sekarang pagi ini (pukul 09.00-red) air sudah surut. Tapi disejumlah titik masih ada genangan,” lanjutnya.

Khusus untuk tanaman padi yang terdampak banjir sudah disampaikan pihak kecamatan ke Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo. Diharapkan nantinya ada bantuan dari dinas untuk membantu pembibitan.

Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi menambahkan, sudah menerima laporan banjir di Kecamatan Weru. Penanganan cepat sudah dilakukan oleh pihak kecamatan dan petugas terkait. “Untuk warga korban banjir tidak sampai mengungsi. Semua sudah ditangani,” ujar Purwadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Suprapto mengatakan, banjir terparah berada di wilayah Kecamatan Weru. Desa terdampak yakni Desa Tegalsari dan Desa Karakan. Total ada 200 rumah yang terendam air. Ketinggian air sekitar 30 cm hingga 70 cm. (Mam)

 

 

BERITA REKOMENDASI