Bank Sampah Menuju Kemandirian Pangan Saat Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid 19, kolaborasi Bank Sampah Guyub Rukun, Paguyuban Bank Sampah Semut Harjo, LSM Lestari dan PT Tirta Investama Klaten, melakukan gerakan mandiri pangan dengan revolusi bank sampah menuju bank pangan.

Salah satu kegiatan adalah panen bareng bank sampah di Dusun Gridih, Desa Kahuman, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis sore (6/8). Masyarakat sekitar, khususnya nasabah bank sampah bisa membeli sayur-sayuran dan juga ikan lele dengan menukarkan sampah.

Dari rumah warga membawa sampah seperti kardus, botol bekas, kertas dan lainya sebagai alat tukar untuk membli berbagai macam sayuran. Di kebun yang dikelola bank sampah Guyub Rukun tersebut, warga bebas memetik sendiri sayuran yang diinginkan. Antara lain kangkung, bayam merah, bayam hijau, sawi, kool, selada, terung, kenikir dan lainya. Bahkan warga juga bisa menukarkan sampah untuk membeli lele.

Sri Lestari warga setempat, mengaku senang bisa menukarkan kardus dan barang bekas lainya, dengan tiga ekor lele . “Tadi bawa sampah, lalu saya tukarkan dengan lele mendapat tiga ekor,” kata Sri Lestari.

Stakeholder Relation Manager PT Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria mengemukakan, warga bank sampah memanfaatkan pekarangan untuk memenuhiu kebutuhan pangan, khussnya sayur-sayuran. “Dukungan kami berupa benih, pupuk dan skill. Mereka memanfaatkan media yang ada di rumah tangga seperti plastik untuk polybag. Ini sebuah model yang patut dikembangkan. Yang penting adalah pengakuan potensi dan aktivitas masyarakat. Buktinya tanpa dukungan dari luar, mereka bisa memenuhi kebutuhan pangan dalam hal ini sayuran,” jelas Rama Zakaria.

BERITA REKOMENDASI