Banyak Hajatan, Begini Sikap Pemkab Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo meminta pada masyarakat yang akan menggelar kegiatan hajatan tidak memaksakan diri hingga menimbulkan kerumunan. Hajatan seperti pernikahan digelar dengan sistem banyu mili atau tamu datang langsung pulang bergantian dengan tidak menyediakan kursi dan meja tamu. Sikap tegas dilakukan pemerintah daerah karena kondisi sekarang masih pandemi virus Corona. Disisi lain, sekarang sedang musim hajatan digelar disejumlah tempat.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Selasa (1/6/2021) mengatakan, Pemkab Sukoharjo menyoroti banyaknya kegiatan hajatan pernikahan dalam beberapa hari terakhir disejumlah wilayah. Hajatan tersebut dikhawatirkan menimbulkan kerumunan yang berakibat kerawanan penyebaran virus Corona. Sebab kondisi sekarang masih pandemi virus Corona.

Pemkab Sukoharjo menyikapi hal ini meminta pada masyarakat tidak memaksakan diri menggelar hajatan hingga menimbulkan kerumunan massa. Hajatan seperti pernikahan digelar dengan sistem banyu mili atau tamu datang langsung pulang bergantian dengan tidak menyediakan kursi dan meja tamu.

“Masyarakat jangan terlena karena saat ini pandemi belum selesai. Memang saat ini musimnya banyak masyarakat menggelar hajatan. Silahkan punya hajatan yang penting protokol kesehatan. Tidak menyediakan kursi, tapi banyu mili,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI