Banyak Jamaah Sangu Sambal

BOYOLALI (KRjogja.com) – Jamaah calon haji masih kedapatan membawa barang-barang yang dilarang atau dibatasi jumlahnya untuk dibawa penerbangan ke tanah suci. Kejadian ini berulang tiap tahun meski saat ini sudah ada tren penurunan.

Dalam pemeriksaan barang milik jamaah calon haji di gedung Mudzalifah, Komplek Asrama Haji Donohudan, oleh Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, petugas masih banyak menemukan barang yang sebenarnya tak diperbolehkan untuk dibawa ke pesawat atau ke tanah suci. Pelaksana Yunior Angkasa Pura I, Hilman Fu'adi, Minggu (14/8/2016) menjelaskan, kebanyakan barang tersebut adalah barang untuk kebutuhan sehari-hari seperti air mineral lebih dari  100 ml, gunting, pisau, dan parfum.

Petugas juga kerap menemukan barang untuk keperluan konsumsi seperti alat penanak nasi hingga sambal. “Yang paling banyak para calon jamaah haji bawa sambal dan selalu terjadi tiap tahun. Padahal sambal itu berbentuk liquid atau cairan yang ada batasan ketentuan jumlahnya,” kata Hilman.

Karena dilarang, bawang-barang tersebut sementara disita oleh petugas dan akan dikembalikan ke jamaah melalui panitia daerah asal masing-masing calon jamaah haji. Namun berdasar pengalamannya, tren membawa barang larangan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ia pun mengimbau kepada para jamaah untuk mematuhi aturan penerbangan yang berlaku.  

Kasubag Penerangan, Humas, dan Protokoler Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Agus Widakdo menegaskan, aturan tentang batasan atau larangan barang yang boleh dibawa tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI Nomor:5387 DJ.II/HM.03/08/2016 tentang larangan Jemaah haji membawa barang-barang terlarang. Barang yang masuk blacklist untuk dibawa oleh calon jamaah antara lain narkoba, senjata api, tajam dan cairan yang melebihi ketentuan.

Diketahui, hingga Minggu (14/8), PPIH Embarkasi Solo telah memberangkatkan 14 kloter yang beranggotakan sebanyak 4.994 jemaah. Ke 14 kloter tersebut berasal dari wilayah Jawa Tengah bagian barat antara lain Kabupaten Batang, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Brebes, Banyumas, Banjarnegara, dan Kabupaten Cilacap. Direncanakan, gelombang pertama yang terdiri dari kloter 1 – 34 dijadwalkan berangkat pada 9 – 21 Agustus.  Sementara gelombang dua terdiri dari kloter 35 – 74  dijadwalkan diterbangpan ada 23 Agustus – 5 September mendatang. (M-9)

BERITA REKOMENDASI