Banyak Lahan Sewa, Pola Tanam Serentak Sulit Dilakukan

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Sulitnya penerapan pola tanam serentak untuk memotong siklus hama salah satunya disebabkan sebagian lahan persawahan adalah lahan yang disewa petani. Sehingga lahan tersebut ditanami padi sepanjang waktu agar penyewa lahan tak rugi.

Wagimin (65), salah satu petani di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Senin (12/6) mengatakan, pasca panen beberapa waktu lalu, sawahnya langsung ia tanami meski ancaman serangan wereng masih mengintai. Ia enggan memberi jeda waktu penanaman sebab lahan tersebut adalah lahan sewa sehingga produksinya terus digenjot untuk mengejar keuntungan.

“Kalau tanamnya diberi jeda nanti saya merugi sebab saya harus membayar sewa lahan,” terangnya tanpa menyebut besaran sewa.

Meski ia tahu bahwa pola tanam serentak terus disosialisasikan untuk memutus rantai hama seperti wereng dan tikus, namun tak ia indahkan agar ia tak merugi dengan membiarkan lahan sewanya menganggur. Terlebih lahan pertanian di wilayahnya menggunakan irigasi teknis sehingga ketersediaan air irigasi tersedia sepanjang tahun. Padahal bila serangan wereng mengganas, hasil panen anjlog hingga 50 persen.

“Pola tanam serempak sulit kalau petani tidak kompak,” tutur Wagimin.

Haryadi (35), petani lainnya menambahkan, lahan yang ia tanami juga adalah lahan milik pemerintah desa setempat  yang ia sewa sebesar Rp 7,5 juta untuk satu tahun. Karena mesti menutup biaya sewa serta mengejar untung, lahan tersebut tak bisa ia biarkan menganggur pasca panen, menunggu petani lain menanam padi secara serempak.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Bambang Jiyanto mengatakan, upaya membasmi hama salah satunya bisa dilakukan dengan penerapan pola tanam serempak yang akan membasmi hama secara alami, sebab siklus hama seperti wereng dan tikus akan terputus karena tidak ada makanan. Selama ini, hama sulit diberantas karena sumber makanan selalu tersedia. Hama akan terus berpindah-pindah ke areal persawahan yang sedang produktif. Pembasmian hama ini juga perlu dilakukan secara kolektif, sebab upaya penghalauan yang dilakukan secara individual di dalam satu areal kawasan pertanian tak akan efektif. (R-11)

 

BERITA REKOMENDASI