Batal Mogok Kerja, GTT dan Tenaga Honorer Tetap Mengajar

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Guru Tidak Tetap (GTT) dan tenaga honorer di Sukoharjo tidak ada satupun yang melakukan mogok kerja. Mereka tetap mengajar di masing masing sekolah dengan tetap berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah mendapatkan peningkatan kesejahteraan. Kondisi tersebut diapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo untuk memperjuangkan nasib mereka mendapatkan insentif secara bervariasi. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Rabu (17/10/2018) mengatakan, ada sekitar 2.700 orang lebih GTT dan tenaga honorer kategori 2 (K2) di Sukoharjo. Mereka sampai sekarang masih terus bekerja di masing masing sekolah dan tidak ada yang melakukan mogok kerja. Kepastian tersebut diketahui setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo melakukan pemantauan. Selain itu juga meminta laporan kepada koordinator para GTT dan tenaga honorer K2.

GTT dan tenaga honorer yang dipantau sesuai kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo bekerja di sekolah tingkat SD dan SMP. Dari sekitar 2.700 orang diperkirakan 50 persen diantaranya sudah berusia di atas 35 tahun.

Sekitar 2.700 orang tersebut sebanyak 450 orang diantaranya berstatus tenaga honorer K2. Sedangkan sisanya berstatus sebagai wiyata bakti. 

“Baik GTT dan tenaga honorer K2 mereka semua tetap masih bekerja dan tidak ada yang mogok kerja. Aktifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan. Ini berbeda dengan daerah lain dimana ada beberapa daerah para GTT dan tenaga honorernya melakukan mogok kerja,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo berusaha memperjuangkan nasib para GTT dan tenaga honorer. Salah satunya berkaitan dengan upaya memberikan insentif secara bervariasi kepada mereka.

“Salah satu pertimbangan GTT dan tenaga honorer masih tetap mengajar karena mereka masih mementingkan pendidikan anak anak sebagai generasi penerus bangsa. Tapi mereka juga tetap memperjuangkan nasib mereka sendiri,” lanjutnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo terus mengajak diskusi para GTT dan tenaga honorer. Sebab keberadaan mereka memang menjadi dilematis bagi daerah. Pasalnya banyak guru dengan status aparatur sipil negara (ASN) pensiun dan perlu mendapatkan pengganti. Apabila tidak diganti maka akan menyebabkan kegiatan belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu. (Mam)

BERITA REKOMENDASI