Batas Pendakian Sering Dilanggar, Ini Komentar Kepala BTNGM

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Suwignya, menyesalkan adanya pelanggaran batas pendakian yang menyebabkan seorang pendaki terjatuh dan terpaksa dievakuasi oleh Tim SAR.

Dia menjelaskan pendakian hanya dibatasi sampai kawasan Pasar Bubrah‎. Aktivitas di puncak hanya dibolehkan untuk kegiatan tertentu dan memerlukan izin khusus, semisal untuk penelitian. "Selama mendaki, ikuti aturan dan larangan yang sudah ada di jalur pendakian‎," kata Suwignya. 

Selain menaati aturan, Suwignya mengimbau pada para pendaki untuk lebih waspada berhati-hati agar tak ada insiden serupa. ‎"Sampai pagi tadi, jumlah pendaki yang naik Merapi tercatat sebanyak 430 orang," tandasnya. 

Sebagaimana diberitakan Musriri (30), warga Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, terpaksan dievakuasi Tim SAR setelah terjatuh dan pingsan saat turun dari puncak Merapi, Kamis (21/09/2017) pagi. 

Pada Kamis (21/09/2017) sekitar Pukul 06.30 WIB dalam perjalanan turun dari puncak  menuju kawasan Pasar Bubrah tersandung hingga jatuh tersungkur. Tubuhnya berguling sejauh lima meter. ‎Selain menderita lecet di dagu, telinga, dan kaki, usai terjatuh ia langsung pingsan.  (Gal) 

BERITA REKOMENDASI