Bawaslu Sukoharjo Kirim Surat Panggilan ASN

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dua aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sukoharjo AS dan MS akan dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo terkait dugaan pelanggaran netralitas. Surat pemanggilan klarifikasi sudah dilayangkan Bawaslu Sukoharjo kali kedua pada AS dan MS. Sebelumnya dua ASN tersebut tidak datang saat pemanggilan pertama.
Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sukoharjo Muladi Wibowo, Senin (24/2) mengatakan, surat pemanggilan klarifikasi kedua sudah dilayangkan pada AS dan MS, Senin (24/2). Sedangkan klarifikasi rencananya akan dilakukan terhadap kedua ASN tersebut pada Selasa (25/2).  Bawaslu Sukoharjo berharap kedua ASN bisa datang memenuhi panggilan. Petugas sangat membutuhkan keterangan AS dan MS atas dugaan pelanggaran netralitas ASN.
AS sendiri diketahui merupakan pejabat eselon II Pemkab Sukoharjo. Sedangkan MS merupakan pejabat eselon III. Keduanya masih aktif bekerja sebagai pejabat abdi negara.
Bawaslu Sukoharjo sebelumnya beberapa waktu lalu sudah melayangkan surat pemanggilan pertama klarifikasi pada AS dan MS. Namun kedua ASN tersebut tidak memenuhi pemanggilan. Karena itu, surat pemanggilan kedua dilayangkan dengan harapan AS dan MS datang.
“Surat pemanggilan kedua sudah kami layangkan kepada AS dan MS dengan agenda meminta klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran netralitas ASN,” ujarnya.
Klarifikasi rencananya akan dilakukan Bawaslu Sukoharjo kepada AS dan MS secara terpisah. Masing masing ASN diagendakan sendiri dalam dua sesi klarifikasi pagi dan siang.
ASN yang diminta klarifikasi dilakukan Bawaslu Sukoharjo setelah menerima surat dari Komisi ASN (KASN) pada 14 Februari lalu. Surat tersebut bernomor B-480/KASN/2/2020. Surat dari KASN tersebut meminta agar Bawaslu Sukoharjo melakukan klarifikasi pada ASN yang dianggap KASN melanggar netralitas.
Total ada lima ASN Pemkab Sukoharjo diduga melanggar netralitas sesuai surat dari KASN yang diterima Bawaslu Sukoharjo. Kelimanya yakni, AS dan NH merupakan pejabat eselon II. Selain itu MS, WAS dan DE merupakan pejabat eselon III. Kelima ASN tersebut semuanya mendapat surat pemanggilan klarifikasi dari Bawaslu Sukoharjo.
“Untuk DE dan WAS sudah memenuhi panggilan Bawaslu. Sedangkan NH, kami rasa sudah cukup dari data pendukung. Sedangkan AS dan MS baru akan dimintai klarifikasi pada Selasa (25/2),” lanjutnya.
Hasil klarifikasi yang dilakukan Bawaslu Sukoharjo terhadap kelima ASN nantinya akan disampaikan ke KASN. Hal tersebut sebagai tindaklanjut surat yang diterima Bawaslu Sukoharjo dari KASN.
“Nantinya KASN yang akan memberikan kajian selanjutnya setelah hasil klarifikasi kami kirimkan. Dalam hal ini ada atau tidak sanksi diberikan pada ASN,” lanjutnya. (Mam)

BERITA TERKAIT