Bawaslu Sukoharjo Pelototi Angkutan Umum

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kendaraan berplat atau nomor polisi warna kuning dilarang digunakan atau di pasangi media atau atribut kampanye Pemilu 2019. Tim gabungan dalam waktu dekat akan melakukan razia bersama. Apabila masih ditemukan pelanggaran branding angkutan umum maka petugas akan melakukan penindakan. 

Anggota Bawaslu Sukoharjo Eko Budiyanto, Jumat (7/12) mengatakan, kendaraan plat warna kuning yang disasar yakni angkutan umum. Di Sukoharjo sendiri sudah ditemukan beberapa angkutan umum kedapatan dipakai media kampanye salah satu calon peserta Pemilu 2019. Hal itu diketahui dari informasi masyarakat dan sejumlah pihak ke Bawaslu. 

Larangan angkutan umum dipakai branding kampanye tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018. Aturan ini sekarang sedang disosialisasikan kesejumlah pihak khususnya pemilik atau sopir angkutan umum. Mereka diminta tertib dan tidak memaksakan diri kendaraanya dipasangi sebagai media kampanye calon peserta pemilu 2019. 

Koordinasi juga telah dilakukan oleh Bawaslu Sukoharjo dengan melibatkan sejumlah pihak. Mereka seperti Satlantas Polres Sukoharjo, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo. Petugas dari tim gabungan tersebut siap dan menyepakati dalam waktu dekat akan melakukan razia bersama. 

“Kami sudah membahas bersama tentang agenda penertiban pemasangan atribut kampanye di kendaraan plat warna kuning atau angkutan umum. Razia akan digelar secepatnya,” ujarnya. 

Angkutan umum disasar karena merupakan fasilitas publik dan harus steril dari aktifitas kampanye politik. Seperti tertuang dalam Pasal 51 ayat 2 huruf d PKPU Nomor 23 Tahun 2018. Isinya yakni branding diperbolehkan untuk mobil pribadi. Selain itu juga mobil pengurus partai politik berplat warna hitam. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI