Bawaslu Tumbuhkan Kesadaran Desa Anti Politik Uang

 KLATEN, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten terus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk anti politik uang, serta menggerakkan pengawasan swakarsa. Saat ini Bawaslu Klaten telah meluncurkan tiga desa anti politik uang, dan tiga desa pengawasan. Hal itu diungkapkan pengurus Bawaslu Klaten saat jumpa pers perekrutan Panwascam di aula Bawaslu, Rabu (20/11).

Hadir memberikan keterangan, Ketua Bawaslu Klaten Arif Fatkurrohman, didampingi Kordiv Hukum Data dan Informasi, Azib Triyanto, Kordiv Organisasi dan SDM Dina Nurhidayati, dan Kordiv Penindakan Pelanggaran Tri Hastuti, serta Kordiv Sengketa Muh. Milkhan.

Azib Triyanto mengemukakan, tiga desa anti politik uang terdiri Desa Jemawan Kecamatan Jatinom, Desa Gesikan Kecamatan Gantiwarno, dan Desa Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan.

Desa anti politik uang di Jemawan, diinisiasi oleh gerakan pemuda Islam yang mengikrarkan diri sebagai satgas anti politik uang. Bahkan para pemua tersebut akan memprakarsai terciptanya keluarga anti politik uang. Gerakan di Jemawan ini sangat terdukung dengan kultur religius dan kesadaran masyakat yang cukup tinggi.

Lebih lanjut Azib berharap, tumbuhnya kesadaran anti politik uang pada pelaksanaan Pilkades tersebut bisa dikembangkan dalam kondisi pesta demokrasi yang lainya.

Muh. Milkan mengemukakan, jika kasus politik uang dalam pelaksanaan Pilkades cukup marak, namun demikian Bawaslu tak bisa berbuat banyak.

Ketua Bawaslu Arif Fatkurrohman mengemukakan, Bawaslu Klaten membuka pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Untuk personil panwascam diperlukan yang memiliki integritas tinggi dan bekerja keras.  “Misal terlalu pintar banyak temuan di lapangan tapi tidak dilaporkan ke kami ya buat apa. Lebih baik tidak terlalu pintar tetapi kinerjanya bagus dan memiliki integritas tinggi,” kata Arif Fatkurrohman. (Sit)

BERITA REKOMENDASI