BBWS Kebut Pembangunan Sabo di Kali Woro

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN (KRJOGJA.com) – Terkait peningkatan status Gunung Merapi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS) Charisal Akdian Manu, bersama jajaran  BPBD Klaten melakukan pengecekan Kali Woro,  Kamis (24/5). Antara cekdam 1 di Desa Balerante ,Kemalang yang berjarak sekitar 7 km dari puncak Merapi.

Rombongan menyusuri Kali Woro dari atas cekdam 1 untuk melihat morfologi sungai. Langkah ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Kabupaten Klaten. Pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian PUPR yang memiliki kewenangan atas Kali Woro, ikut peduli jika ada bencana.

Lebih lanjut, Charisal mengungkapkan,  secara umum kondisi tebing dan jurang di kali Woro masih dalam, tidak seperti di Kali Gendol pasca erupsi 2010. Yang perlu diwaspadai di Kali Woro, adalah ancaman banjir lahar hujan pasca erupsi primer. Sehubungan hal itu, pihaknya akan mempercepat pengerjaan cekdam Sabo di Sungai Woro terutama di bagian atas.

Selain mengecek kondisi Sungai Woro, BBWS BS juga mengecek kondisi ketersedian air bersih di selter atau barak pengungsian Merapi.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bupati Klaten, siap membantu ketersediaan air bersih seandainya selter sudah digunakan untuk pengungsian. “Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi pengungsi. Pihak BBWS BS  siap membantu melalui pembuatan sumur dalam atau mensuplai kebutuhan air bersih pengungsi,” kata Charisal.

Bupati Klaten,Sri Mulyani mengucapkan terimakasih atas kepedulian Kepala BBWS BS ke Klaten dalam rangka persiapan penangananan erupsi Merapi. Bupati mengaku senang bila banyak pihak yang peduli terhadap Klaten.

Sebelumnya , kepala pelaksana harian BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana juga tela melakukan pantauan di wilayah Balerante dan Sidorejo, Kemalang, Klaten.

Masyarakat diminta tidak panik dan tetap tenang, selalu waspada dalam beraktivitas. Menggunakan masker dan kaca mata untuk antisipasi jika beraktivitas di luar ruangan.Tetap memantau perkembangan aktivitas Merapi melalui berita dan sumber informasi terpercaya (BPPTKG, BMKG, BNPB, BPBD)

Untuk para pendaki Merapi berdasarkan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk sementara dilarang naik. (Sit/Lia)

 

BERITA REKOMENDASI