BBWSBS : Kemarau Kurangi Debit Air Dam Colo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyebut berkurangnya debit air di Dam Colo, Nguter, Sukoharjo bukan karena salah perhitungan pola operasi namun lebih disebabkan dampak kemarau panjang. 

Plt Kasi Pelaksanaan Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSBS Yogi Pandu Sastriawan, Kamis (15/8) mengatakan, BBWSBS sudah melakukan rapat persiapan dalam pelaksanaan penutupan pintu air Dam Colo, Nguter. Materi yang dibahas yakni berkaitan dengan suplai air untuk petani. 

BACA JUGA :

Kemarau, Petani Gunakan Pompa Air Untuk Irigasi

Kemarau, Warga Juwangi Gali Dasar Sungai untuk Cari Air Bersih

Yogi menjelaskan selama ini tidak ada perhitungan yang salah berkaitan dengan pola operasi. Artinya distribusi air dari Dam Colo, Nguter ke saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi petani sudah tepat. Sedangkan keluhan petani karena kekurangan air lebih disebabkan faktor kemarau panjang. 

“Sudah ada rapat berkaitan dengan revisi pola operasi. Sebenarnya air bisa mencukupi namun ternyata tidak semua teraliri air sampai akhir September. Kami terkendala batas air minimal air di Dam Colo, Nguter termasuk di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto mengatakan, kondisi kekeringan sekarang sudah memasuki puncak. Sebab kemarau masih akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Air hujan yang diharapkan tidak kunjung turun dan berpengaruh besar pada kehidupan lahan pertanian. Tidak hanya hanya di Sukoharjo saja melainkan juga di daerah lain mengandalkan sepenuhnya suplai dari Dam Colo, Nguter. Aliran air tersebut digunakan petani hingga ke Ngawi, Jawa Timur.

Disaat puncak kekeringan dan sangat membutuhkan air petani justru dikejutkan dengan kabar debit di Dam Colo, Nguter terbatas. Hal tersebut terjadi karena adanya kesalahan pola operasi yang diterapkan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA). Akibatnya rencana penutupan pintu saluran air Dam Colo, Nguter kemungkinan akan dipercepat dari waktu biasanya 1 Oktober maju menjadi 15 September. (Mam)

BERITA REKOMENDASI