Belum Sempat Konvoi, Motor Sudah Diciduk Polisi

KLATEN, KRJOGJA.com – Satlantas Polres Klaten mengamankan 92 unit sepeda motor sebagai barang bukti hasil operasi antisipasi kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat tahun 2018. Dalam operasi itu petugas juga mengamankan sekitar 50 siswa untuk diberikan pembinaan.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kasatlantas, AKP Adhytiawarman Gautama Putra, menyampaikan, operasi antisipasi kelulusan SMA dilakukan serentak di semua jajaran sektor sejak Kamis (3/5/2018). Dari hasil operasi, petugas mengamankan 92 unit sepeda motor dan sekitar 50 siswa untuk pembinaan.

Dari 92 unit sepeda motor yang diamankan, ada 71 unit sepeda motor yang telah dilakukan penindakan tilang, dan sisanya masih dalam proses. Bagi mereka yang akan mengambil kendaraan harus melalui proses sidang di pengadilan.

"Sidang akan dilaksanakan 14 hari kedepan. Syarat pengambilan kendaraan, setelah proses putusan sidang kemudian mereka harus melengkapi kendaraan sesuai standar baik knalpot, kaca spion, dan surat-surat," ujarnya, Jumat (4/5/2018).

Momen kelulusan SMA sederejat harus diantisipasi sejak dini oleh kepolisian. Hal itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, berkaca dari momen kelulusan tahun 2017 sempat terjadi pengrusakan. Aksi konvoi dan corat-coret kelulusan sekolah banyak dikeluhkan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Klaten, Kawit Sudiyono, menyayangkan masih adanya siswa yang melakukan aksi konvoi dan corat-coret saat merayakan kelulusan. Padahal pihaknya telah jauh hari melakukan pembinaan agar siswa tak merayakan kelulusan secara berlebihan yang menganggu ketertiban umum.

"Kami selaku MKKS juga ikut melakukan monitoring bekerjasama dengan kepolisian setiap momen kelulusan. Kami juga mengingatkan kepada siswa yang merayakan kelulusan untuk tidak berkonvoi dan corat-coret," ujarnya.(Lia)

BERITA REKOMENDASI