Berduaan di Kamar Kos, Digerebek Satpol PP

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Petugas dari tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar dan Provinsi Jawa Tengah menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Rabu (18/12/2019). Kegiatan menyasar tempat kos dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di wilayah perbatasan Sukoharjo-Karanganyar.

Hasilnya, petugas berhasil menangkap empat pasangan mesum karena ditemukan berada dalam satu kamar dan tidak bisa menunjukan identitas sebagai pasangan resmi. Selain itu ditemukan 11 PKL melanggar aturan tempat berdagang di atas saluran air atau sungai.

Kabid Tibum Tranmas Satpol PP Sukoharjo, Wardino mengatakan, petugas yang terlibat dalam operasi pekat merupakan gabungan tiga Satpol PP Sukoharjo, Karanganyar dan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan digelar sebagai bentuk sinergitas antar Satpol PP yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Sasaran kegiatan dipilih di wilayah perbatasan di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar. Lokasinya di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dan Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Operasi gabungan tersebut digelar dengan dibagi dalam dua tim. Tim pertama melakukan operasi di kos-kosan dan tim kedua melakukan operasi PKL di Jalan Solo-Tawangmangu KM 6, Desa Ngringo, Jaten Karanganyar.

Petugas menyisir tempat kos di wilayah Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dimana tiga tempat kos didatangi tim gabungan. Masing-masing Kos Pak Basir, Kos Sekar Ayu, dan Kos Bu Watik.

Hasil operasi pekat di tempat kos tersebut ditemukan empat pasangan mesum masing-masing DH warga Pungkuk, Jaten, Karanganyar dan TW warga Kebon Abang, Sragen, pasangan SU warga Kartotisan, Solo dan GR, warga Kertomulyo, Mojolaban, pasangan ED, warga Paranggupito, Wonogiri dan SR, warga Kebakkramat, Karanganyar serta pasangan SE warga Palur Wetan, Mojolaban dan NN, warga Ngringo, Tasikmadu Karanganyar.

Keempat pasangan mesum ditemukan dalam satu kamar di tempat kos. Mereka ditangkap petugas karena tidak bisa menunjukan identitas sebagai pasangan resmi.

Dalam operasi pekat tersebut petugas dari tim gabungan Satpol PP juga menemukan pelanggaran dilakukan oleh 11 PKL. Para pedagang mendapat sanksi keras dari petugas.

"Pelaku pelanggaran yang terjaring dalam operasi gabungan Satpol PP baik empat pasangan mesum dan PKL didata petugas dan mendapat pembinaan. Untuk tim PKL, memberikan peringatan lisan pada 11 PKL yang berjualan diatas sungai dengan mendirikan lapak permanen maupun semi permanen," ujarnya.

Petugas gabungan Satpol PP memberikan batas waktu satu minggu kepada 11 PKL untuk membongkar lapaknya secara sukarela. Jika dalam waktu satu minggu belum dibongkar, petugas Satpol PP Karanganyar yang akan melakukan pembongkaran.

"Pelanggaran dilakukan 11 PKL karena menggunakan tempat dilarang untuk berdagang di atas saluran air atau sungai. Jadi mereka wajib membongkar," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI