Berikan Efek Jera, Proses Hukum Pelaku Pembuang Sampah Mendapat Dukungan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo menilai perlu pemberian sanksi berat terhadap pelaku pelanggaran pembuang sampah liar. Hukuman diberikan termasuk hingga proses hukum sebagai bentuk efek jera. Apabila dibiarkan masalah sampah liar sulit diselesaikan.

Baca Juga: Membahayakan! PLN UPTG Yogyakarta Amankan Bendera Dekat SUTT

Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono, Rabu (7/8/2019) mengatakan, disejumlah wilayah masih ditemukan kasus tumpukan sampah liar yang dibuang sembarangan oleh oknum. Mereka membuang dalam jumlah banyak secara kontinyu dan menyebabkan masalah lingkungan menjadi kotor. Sampah diduga dibuang oleh orang yang tinggal cukup jauh dari lokasi pembuangan. Sebab petugas mendapat informasi pelaku membuang sampah dengan menggunakan kendaraan bermotor. 

Tumpukan sampah tersebut menjadi sorotan DLH Sukoharjo untuk segera ditangani. Usaha sudah dilakukan seperti dengan melakukan pengangkutan dan penutupan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar. Selain itu juga memasang papan larangan membuang sampah dilokasi tersebut.

Usaha tersebut dijelaskan Agustinus ada yang berhasil setelah TPS sampah liar tutup. Namun masih ada sebagian lainnya masih tetap buka dan menjadi lokasi pembuangan sampah liar. 

Lokasi pembuangan sampah liar berada baik di tanah kosong atau di pinggir jalan. Selain itu juga ditemukan di bawah jembatan atau sekitar sungai. Sampah juga menyebabkan aliran air di sungai menjadi tersumbat dan banjir saat musim hujan turun.

"Secara aturan sudah ada seperti dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) dan dilaksanakan. Pelaku bisa dijerat tidak hanya dalam bentuk pembinaan saja namun juga hingga ke proses hukum dengan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring)," ujarnya.

Aturan yang dimaksud yakni, Perda Nomor 1 Pasal 34 tahun 2011 jucto pasal 43 tentang pengelolaan sampah dengan maksimal hukuman 3 bulan dan atau denda Rp 50 juta. Aturan tersebut sekarang sedang digalakan dengan penegakan terhadap para pelaku pembuang sampah liar.

"Pada prinsipnya DLH Sukoharjo ingin memberikan pembelajaran pada masyarakat, terkait dengan sampah. Hukuman itu diharapkan bisa memberikan efek jera dan masyarakat bisa mematuhi aturan dengan membuang sampah pada tempatnya," lanjutnya.

DLH Sukoharjo akan memperbanyak kegiatan patroli wilayah sebagai antisipasi munculnya pelanggaran pembuangan sampah liar. Apabila menemukan pelaku maka petugas tidak segan akan melakukan penindakan termasuk proses hukum. 

Seperti diketahui pelaku pembuang sampah liar di timur Jembatan Ngrukem, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, MM menjalani proses persidangan tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Senin (5/8/2019). Kejadian tersebut merupakan kasus pertama di Sukoharjo pelaku pembuang sampah liar menjalani proses hukum. Majelis hakim memberikan hukuman pada MM membayar denda Rp 150 ribu atau kurungan penjara selama tiga hari.

MM sendiri diketahui merupakan warga asal Tegal dan tinggal di rumah kontrakan bekerja sebagai pegawai pedagang martabak di Pasar Cuplik, Sukoharjo. Sidang dipimpin oleh ketua majelis hakim Boxgie Agus Santoso dan dihadiri langsung pelaku pembuang sampah liar, MM. Selain itu hadir juga saksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sekaligus pihak yang menangkap basah MM membuang sampah liar, Wahyu Bekti. (Mam)

BERITA REKOMENDASI