Bertambah, Jumlah Jamaah Haji Wafat Jateng-DIY Sebanyak 61 Orang

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Jumlah jamaah haji asal Jateng-DIY yang meninggal hingga Senin (11/9) siang, tercatat sebanyak 61 jamaah, dimana sebanyak 59 jamaah meninggal di tanah suci, satu jamaah meninggal di Asrama Haji Donohudan sesaat sebelum keberangkatan dan satu jamaah meninggal di dalam pesawat saat perjalanan pulang ke tanah air pada Minggu (10/9) sore kemarin.

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Afief Mundzir, menjelaskan, total jamaah yang meninggal termasuk satu jamaah yang meninggal di atas pesawat pada proses kepulangan kloter 12 pada Minggu sore kemarin, yakni atas nama Siamah Djojodikromo Marto (66), warga Kayupuring Tengah, RT 1 RW 14 Desa Banyusari‎, Magelang. Almarhumah meninggal pukul 15.41 WIB, tepat satu jam sebelum pesawat mendarat. Almarhumah meninggal karena serangan jantung dan jenazahnya sudah diantar ke kediamannya pada Minggu (10/9) malam.‎ Sementara dari 61 jamaah yang wafat, sebanyak 58 jamaah berasal dari berbagai wilayah di Jateng dan tiga jamaah dari DIY.

Selain itu, lanjutnya, ada sebanyak enam jamaah yang masih tertinggal di Arab Saudi karena menderita sakit dan masih mendapat perawatan medis. "Sementara jamaah yang sudah pulang namun masih dirawat di RSUD dr Moewardi, Solo, ada tiga jamaah. Rata-rata jamaah yang dirawat karena menderita penyakit saluran pernafasan," jelasnya.

Sementara hingga saat ini, kata Afief, jumlah jamaah yang sudah dipulangkan sebanyak 4.491 jamaah yang berasal dari 14 Kloter. ‎Terakhir kloter 14 asal temanggung sudah mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada Senin pagi tadi. Direncakanan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo akan ‎menjemput langsung kloter 18 asal Kota Semarang yang digelar dijadwalkan mendarat pada Selasa (12/9) pagi besok.

Diinformasikan, total jumlah jamaah Jateng-DIY yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo ‎sebanyak 33.892 jamaah yang terbagi dalam 95 kloter, berkurang dari rencana semula sebanyak 34.112 jamaah. Pengurangan ‎tersebut terjadi karena ada sebanyak 220 jamaah yang gagal berangkat, baik karena mutasi atau karena kesehatannya tak memenuhi syarat. Sementara untuk proses pemulangan akan dilakukan mulai 7 September hingga 6 Oktober mendatang‎. (Gal)

BERITA REKOMENDASI