Bintang Alfatah Dimakamkan di TPU Dukuh Titang 

Editor: Ary B Prass

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Isak tangis mewarnai pemakaman Bintang Alfatah seorang perangkat desa Simo, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali,Jawa Tengah yang menjadi korban pembakaran pada Sabtu (26/6/2021).
Jenasah korban tiba dirumah duka pukul 11.15 WIB diantar menggunakan mobil jenasah RSUD Simo, seluruh keluarga dan tetangga desa turut hadir menyambut jenasah dan pemakaman korban,pihak keluarga dan tetangga berharap pada polisi pelaku agar cepat ketangkap dan di hukum seberat-beratnya.
Bintang sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simo selama Lima hari,karena mengalami luka bakar yang sangat serius. Pada Kamis (1/7/2021) pukul 01.20 WIB akhirnya meninggal dunia. Jenasah perangkat desa tersebut dimakamkan di pemakaman umum di Dukuh Titang,Desa Simo yang jaraknya 500 meter dari rumah duka.
Ditemui usai pemakaman adik korban, Agus Niam Alhamin mengatakan awalnya pada waktu dirawat di Rumah Sakit (RS) seusai kejadian kakak sempat sadar dan bisa diajak komunikasi. Menceritakan bahwa dirinya di undang oleh pelaku yang bernama Maryono alias Dogol ke rumahnya yang berada di Dukuh Tempuran,pihaknya berpesan tidak boleh membawa teman dan sesampai dirumah pelaku langsung menyiramkan bahan bakar jenis Pertalite ke tubuh kakak saya lalu dibakar.
“Jadi,sebelum terjadi aksi pembakaran sempat terjalin komunikasi antara kakak saya dan pelaku, kalau pada hari Sabtu (26/6/2021) kakak saya suruh menemui dan berbicara kekeluargaan. Akan tetapi,sesampai dirumah pelaku kakak saya disiram pertalite langsung dibakar,” kata Agus sambil berharap, pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.
Sementara, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Simo Aiptu Budiyarto mewakili Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan untuk korban kasus meninggalnya Bintang Alfatah dilaporkan ke Polsek Simo sekitar pukul 01.30 WIB,terkait dengan pelaku saat ini masih dalam pengejaran petugas.
“Kita sudah menyebarkan foto DPO ke Polsek-polsek dan masyarakat sudah kita sebarkan,” ujar Budiyarto.
Disinggung mengenai pasal, Budiyarto mengatakan pelaku kita jerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 187 ayat 2, junto 351 ayat 2 dan pasal 340 dengan ancaman hukuman seumur hidup maksimal hukuman mati,” pungkasnya. (M-2/Sit)

BERITA REKOMENDASI