BKD Sukoharjo Ingatkan Pelunasan PBB

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo ingatkan para wajib pajak yang belum melakukan pelunasan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk segera melunasi kewajibannya. Batas waktu pembayaran 30 September yang apabila melebihi maka wajib pajak dikenakan denda sebesar 2 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo RM Suseno Wijayanto, Selasa (10/9) mengatakan, belum semua wajib pajak melakukan pembayaran pelunasan PBB tahun 2019. Kekurangan masih terlihat banyak khususnya dari wajib pajak pelaku usaha, badan atau perusahaan. Sedangkan wajib pajak perorangan prosentasenya lebih kecil.

BKD Sukoharjo akan memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk melakukan penarikan pembayaran PBB dari para wajib pajak. Diharapkan sebelum batas akhir jatuh tempo 30 September target dapat terpenuhi lunas 100 persen.

Target pelunasan tersebut dilakukan BKD Sukoharjo dengan melibatkan Bank Jateng. Petugas disebar disejumlah wilayah dan menggunakan mobil pelayanan untuk mendekatkan dengan wajib pajak.

“Petugas terus melakukan penarikan dan sampai sekarang memang belum lunas 100 persen. Masih ada wajib pajak belum melakukan pelunasan pembayaran. Kami harap sebelum jatuh tempo 30 September semua bisa lunas,” ujarnya.

Ada beberapa penyebab mengenai belum tercapainya target pelunasan pembayaran PBB hingga sekarang. Salah satunya karena masih rendahnya tingkat kesadaran sebagian wajib pajak. Kondisi tersebut terjadi hampir setiap tahun.

BKD Sukoharjo dalam hal ini langsung mengambil sikap dengan memperbanyak kegiatan jemput bola. Petugas mendatangi langsung balai desa dan kantor kelurahan dengan maksud mendekatkan diri pada wajib pajak.

“Karakter wajib pajak baik perorangan maupun usaha itu beda beda, ada yang langsung bayar begitu terima SPPT. Tapi ada yang sengaja menunda dan membayarnya menjelang akhir jatuh tempo. Semua itu juga terjadi karena beberapa faktor dan BKD Sukoharjo sengaja mendekatkan diri pada wajib pajak,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI