BMKG Beri Sinyal, Sukoharjo Siaga Bencana Alam

Widodo menambahkan, Pemkab Sukoharjo sekarang juga sedang melakukan pembangunan infrastruktur untuk membantu mengatasi masalah banjir yang sebelumnya sering terjadi saat musim hujan. Salah satu saluran yang dibangun yakni berada di wilayah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo. Saluran dibangunan baru mengingat saluran lama sudah tidak layak.

“Pemerintahan desa, kelurahan dan kecamatan tentunya kami minta aktif menggerakkan masyarakatnya kerja bakti membersihkan saluran. Tujuannya agar air hujan dapat dengan lancar mengalir dan tidak menyebabkan banjir,” lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, mengatakan, cuaca ekstrem sudah terlihat dibeberapa wilayah Sukoharjo berupa hujan dan angin kencang. Akibat kejadian tersebut membuat sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga mengalami kerusakan. Dampak lainnya juga terlihat dengan adanya baliho atau papan reklame ikut rusak terkena angin kencang.

“Masyarakat kami ingatkan terus terkait kerawanan bencana alam ditengah perubahan cuaca ekstrem dampak fenomena alam La Nina berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang,” ujarnya.

Sri Maryanto menjelaskan, kondisi sekarang masyarakat memang sedang dihadapan pada kondisi pandemi virus Corona. Kondisi dimana masyarakat wajib menjaga diri agar tidak tertular dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Namun disisi lain kondisi sekarang terjadi perubahan cuaca ekstrem yang menyebabkan kerawanan bencana alam.

“Kondisi sekarang masih puncak kemarau basah dampak fenomena alam La Nina. Sudah ada kejadian angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah warga rusak,” lanjutnya.

Perubahan cuaca ekstrem yang sudah diduga datangnya membuat masyarakat wajib waspada. Sebab cuaca yang awalnya panas secara mendadak bisa datang awan mendung gelap dan hujan deras serta angin kencang.

“Kesiapsiagaan dini dilakukan hingga lingkungan tingkat paling bawah yakni RT/RW,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI