Boyolali Kenalkan Siskaudes, Keuangan Desa Lebih Transparan

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Seluruh kepala desa di Boyolali diperkenalkan dengan sistem tata kelola Keuangan desa yang partisipatif, transparan dan akuntabel melalui pengaplikasian Sistem Keuangan Desa (Siskaudes). Dengan aplikasi tersebut, penggunaan dana atau anggaran desa bisa lebih efektif dan bisa diawasi secara langsung, termasuk oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto‎, saat workshop Siskaudes kepada seluruh kepala desa se-Boyolali di Gedung Panti Marhaen, Selasa (15/10/2019) menjelaskan, Aplikasi Siskaudes ini diluncurkan BPKP bersama Kementerian Dalam Negeri agar pengelolaan keuangan desa tak melenceng dari aturan. Pengaplikasian sistem ini dinilai cukup mendesak, mengingat nominal anggaran keuangan desa tiap tahun makin bertambah. Sehingga pengelolaan keuangan desa, baik dari APBDes ataupun Dana Desa, harus benar-benar efektif. 

"Sehingga tidak ada lagi nanti terkait dengan temuan temuan yang terkait dengan penyelewengan terkait dengan pengelolaan," katanya. 

Makin bertambahnya sumber dan besaran keuangan desa, juga harus disikapi para kepala desa untuk adatif dengan aturan-aturan baru yang mengiringinya. Purwanto mengingatkan, dengan pengaplikasian sistem ini, pengelolaan anggaran keuangan desa menjadi transparan, sehingga sangat sedikit celah untuk penyelewengan anggaran. 

Sementara Bupati Boyolali, Seno Samodro mengimbau agar para kepala desa harus adaptif dan kreatif dalam menggali potensi dan membangun desanya masing-masing. Ada banyak model pembangunan di Indonesia yang bisa dicontoh dan diterapkan sesuai kondisi desanya. 

"Caranya membangun desa terserah sesuai cara masing-masing. Tapi satu yang penting, harus partisipatif, akuntabel dan transaparan sesuai dengan Siskeudes," harap Bupati Seno. (Gal)

BERITA REKOMENDASI