Boyolali Masih Kekurangan 25 Ribu Tenaga Kerja

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Berdasar data dari Kementerian Tenaga Kerja, Boyolali menjadi wilayah dengan indeks penempatan tenaga kerja tertinggi di Indonesia. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja, sejumlah perusahaan di Boyolali mesti mengambil tenaga kerja dari wilayah sekitar. 

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Agus Partono, Senin (4/8). Dipaparkannya, seiring program pro investasi yang digalakkan Bupati Boyolali, Seno Samodro, jumlah perusahaan di Boyolali dalam beberapa tahun ini meningkat tajam, menjadi sebanyak 647 perusahaan skala besar, menengah, dan kecil yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. 

"Kita rutin melakukan pelaporan serapan tenaga kerja. Jadi selain jumlah perusahaan yang banyak, dari sisi administrasi juga bagus," terang Agus. 

Tingginya kebutuhan tenaga kerja, sebutnya, misal bisa dilihat dari tingkat serapan peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang diadakan Pemkab Boyolali‎. Seluruh tenaga kerja hasil pelatihan di berbagai bidang, dari keahlian mesin hingga las, terserap seluruhnya ke berbagai perusahaan. "Bahkan perusahaan kadang sudah memesan tenaga kerja hasil pelatihan BLK," katanya.

Bahkan hingga saat ini, permintaan kebutuhan tenaga kerja belum bisa dicukupi, dimana saat ini masih dibutuhkan sekitar 25 ribu tenaga kerja untuk mengisi posisi di berbagai perusahaan di Boyolali, terutama untuk industri garment. Agus menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, perusahaan mesti memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari wilayah luar Boyolali seperti Wonogiri dan Sragen. (Gal) 

BERITA REKOMENDASI