BPBD dan SAR Sukoharjo Ingatkan Perubahan Cuaca Ekstrem

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Hujan disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Meski kondisi cuaca dalam beberapa hari sering panas dan sebelumnya suhu sempat turun namun mendung dan hujan masih terlihat. Masyarakat khususnya bergerak dibidang pertanian dan perikanan diminta mewaspadai perubahan cuaca karena sangat berpengaruh pada tanaman dan ternak ikan.

Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muklis, Sabtu (16/07/2022) meminta pada masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem tersebut. Sebelumnya sudah ada peringatan dari pemerintah pusat dan dunia terkait ancaman krisis pangan salah satunya disebabkan karena pengaruh perubahan cuaca ekstrem.

“Perkembangan dibeberapa negara cuaca sangat ekstrem ditandai sangat panas dan es atau salju mencair. Sedangkan didalam negeri beberapa daerah dilanda hujan dan banjir bandang, termasuk naiknya air laut. Masyarakat kami minta waspada dan kondisi ini sangat berpengaruh pada sektor pertanian ataupun perikanan,” ujarnya.

SAR Sukoharjo sudah melakukan pemantauan terkait kondisi wilayah di Kabupaten Sukoharjo dengan pengecekan aliran sungai, drainase dan irigasi. Saat dalam pemantauan tersebut SAR Sukoharjo sering mendapat keluhan terkait kondisi pertanian dari petani dimana hujan terus turun berdampak pada tingginya kelembaban dan mengakibatkan serangan hama wereng.

Temuan lainnya saat dalam pemantauan dimana ditemukan masyarakat yang memiliki budidaya ikan terdampak kondisi cuaca dimana beberapa ikan mati. SAR Sukoharjo sudah berkoordinasi dengan dinas terkait sesuai dengan kewenangannya.

Muklis menegaskan, SAR Sukoharjo tetap fokus pada penanganan bencana alam. SAR Sukoharjo mencatat sejak awal hingga pertengahan tahun 2022 ini belum ada kejadian besar bencana alam hingga menyebabkan banyak korban. Kondisi sungai dianggap masih mampu menampung air hujan. Kalaupun terjadi banjir sifatnya hanya limpasan air saja karena kondisi sungai penuh.

“Meski begitu tetap butuh tambahan pompa air dan penanganan infrastruktur lainnya dari pihak terkait dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Apabila tidak disiapkan sejak sekarang dikhawatirkan bisa berdampak bencana besar diwaktu mendatang di wilayah aliran Sungai Bengawan Solo,” lanjutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, mengatakan, BPBD Sukoharjo terus mengikuti perkembangan cuaca resmi dari BMKG dan selanjutnya diinformasikan ke masyarakat. Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi cuaca hingga saat ini sering terjadi perubahan ekstrem dimana sering turun hujan deras disertai angin kencang. Dampak dari kejadian tersebut membuat beberapa daerah dilanda bencana alam. (Mam)

BERITA REKOMENDASI