BPBD Klaten Siapkan Rest Area Bagi Pemudik

KLATEN,KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah membentuk Posko Lebaran yang dipusatkan di Kantor BPBD, yang juga sebagai posko induk pantauan kebencanaan. Telah disiapkan ruang peristirahatan sementara, lengkap dengan fasilitas.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Bambang Giyanto mengemukakan, posko tersebut bersifat luwes, jika terjadi musibah, sewaktu dibutuhkan posko yang lain, maka personil  selalu siap. “Misal terjadi lakalantas yang membuat kemacetan atau gangguan keamanan, akan kita luncurkan kru dengan segala peralatan yang diperlukan,” kata Bambang Giyanto.

Selain itu BPBD juga bersinergi dengan komunitas relawan lain. Diataranya relawan dari Jatinom, yakni SKAT JRJR (selo mangkat Jurang Jero) di Bonyokan Kecamatan Jatinom. LPB (lembaga penanggulangan bencana) Muhammadyah, RAPI, ORARI, Komunitas Relawan Independen Wonosari (KRI), KOKAM dan lain-lain.

Untuk tahun lalu bersinergi dengan belasan kelompok relawan, sekarang tetap bersinergi dengan komunitas lama dan ditingkatkan dengan merangkul komunitas- komunitas baru.

Hal ini dimaksudkan, dengan adanya koordinasi berbagai elemen, maka penanganan segala kejadian yang ada di Klaten selama Lebaran diharapkan lebih maksimal.

Khusus pelayanan bagi para pemudik yang kelelahan, BPBD telah menyiapkan tempat istirahat sementara, dilengkapai fasilitas tempat tidur, bisa charge hp, mandi dan lain-lain. Setelah kondisi bugar kembali, pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih baik.

BPBD menyiapkan dua unit truk terdiri, satu truk serbaguna dan satu truk angkut massa yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk mobilisasi orang.

Bambang Giyanto juga mengatakan, dari data BMKG, saat ini masih dimungkinkan hujan. Sehubungan hal itu pihaknya menghimbau para pemudik untuk lebih hati-hati di sepanjang jalan raya Klaten, karena saat tujan jalan licin.

Personil yang disiapkan untuk setiap shif sekitar enam orang, yang lainya standby monitor.Bagi pemudik yang berlibur di tempat wisata air agar lebih hati-hati. Bagi orang tua diingatkan untuk terus menjaga anak-anaknya saat berenang.

“Klaten kan banyak obyek wisata air, ada beberapa kali kejadian korban tenggelam. Untuk itu kami berharap pengunjung lebih hati-hati. Awasi putra putrinya terutama yang belum bisa berenang,” tandas Bambang Giyanto. (Sit)

BERITA REKOMENDASI