BPBD Siapkan Jalur Evakuasi Kawasan Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo siapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya rawan tertimpa tanah longsor di wilayah Kecamatan Bulu. Koordinasi sudah dilakukan dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Antisipasi dilakukan sejak dini mengingat sudah ada temuan beberapa titik tanah longsor di wilayah Kecamatan Bulu. Kondisi diperparah dengan cuaca hujan deras turun setiap hari.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto Rabu (26/02/2020) mengatakan, penanganan di wilayah tanah longsor perlu dilakukan antisipasi sejak dini sebagai bagian dari penyelamatan warga. Namun disisi lain juga perlu dilakukan penanganan secara permanen dari dinas terkait dengan membangun talud atau tanggul pengaman.

BPBD Sukoharjo terkait dengan kondisi bukit di wilayah Kecamatan Bulu langsung bergerak karena sudah ditemukan retakan tanah dan tanah longsor. Kondisi tersebut membahayakan warga dan rawan menimbulkan korban jiwa.

“Tanah longsor ini datangnya sulit diprediksi. Apalagi dengan kondisi cuaca hujan deras turun setiap hari. Jadi dilakukan antisipasi dini dengan menyiapkan jalur evakuasi dan tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya rawan terkena tanah longsor,” ujarnya.

Jalur evakuasi disiapkan mulai dari titik awal rumah warga yang rawan terkena tanah longsor hingga ke tempat aman. Jalur tersebut dipastikan siap dan tidak boleh ada penghalang. Artinya steril dan mudah diakses warga saat kondisi darurat.

BPBD Sukoharjo juga menyiapkan tempat pengungsian dengan mengambil lokasi di masing masing balai desa di wilayah rawan tanah longsor. Warga bisa langsung mengakses tempat tersebut begitu ada kejadian bencana alam.

Salah satu wilayah yang dipantau BPBD Sukoharjo yakni di Desa Gentan, Kecamatan Bulu. Dilokasi tersebut sudah ditemukan sejumlah titik tanah longsor yang mengancam rumah warga. Longsoran tanah juga sudah terjadi beberapa waktu lalu saat hujan deras turun.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, dalam kondisi cuaca seperti sekarang dengan peningkatan curah hujan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Petugas dari tim gabungan juga telah disiapkan membatu warga yang terkena bencana alam.

“Untuk urusan kesehatan sudah ada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), kebutuhan logistik sudah ada Dinas Sosial (Dinsos) dan penanganan bencana alam sudah ada BPBD. Masing masing OPD sudah siap dan sebelumnya juga sudah dilakukan apel bersama penanggulangan bencana alam,” ujarnya. (Mam)

BERITA TERKAIT