BPBD Sukoharjo Buka Posko 24 Jam Tanggap Bencana Alam

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kebutuhan penanganan bencana alam sepenuhnya telah siap mulai dari personel, peralatan evakuasi, logistik dan obat. Kesiapan juga dilakukan dengan membuka posko utama 24 jam sebagai antisipasi terjadinya bencana alam. Kepastian kesiapan tersebut diketahui setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo melakukan koordinasi bersama pihak terkait lainnya.

”Kedepan apabila diperlukan juga akan dibuka posko tanggap bencana ditempat lain. Pembukaan posko menyesuaikan kebutuhan dan situasi wilayah rawan bencana alam,” kata Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Kamis (11/11/2021).

Sri Maryanto menjelaskan, kebutuhan penanganan bencana alam yang disiapkan salah satunya personel. Dalam penanganan bencana alam nantinya akan melibatkan banyak personel gabungan. Mereka berasal dari BPBD, SAR, Polri, TNI, PMI, relawan dan lainnya. Masing-masing instansi asal personel tersebut siap membantu masyarakat.

Jumlah personel yang terlibat dalam penanganan bencana alam menyesuaikan kebutuhan wilayah. Sri Maryanto mengatakan, apabila dibutuhkan dalam jumlah banyak personel siap sepenuhnya diturunkan. “Peralatan penanganan bencana alam juga sudah siap seperti perahu karet, pelampung dan lainnya,” lanjutnya.

Kebutuhan yang disiapkan dalam penanganan bencana alam tidak kalah penting lainnya yakni logistik dan obat. Logistik nantinya akan menjamin kebutuhan makan dan minum warga terdampak bencana alam. Makanan dan minuman siap saji akan diberikan. “Apabila diperlukan nanti juga akan disiapkan dapur umum untuk penanganan bencana alam. Sudah ada personel yang ditempatkan disana nanti,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo juga menyiapkan kebutuhan obat untuk penanganan bencana alam dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo. Obat disiapkan sebagai bagian dari penanganan dan jaminan kesehatan warga terdampak bencana alam.
“Alat deteksi dini banjir juga sudah dicek siap semua dan dalam kondisi baik,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk menghindari aliran sungai mengingat curah hujan mengalami peningkatan beberapa hari terakhir. Hal itu juga dilakukan demi menghindari terjadinya kasus kecelakaan air. Kondisi arus sungai yang deras membuat rawan terjadi korban hanyut.

Kondisi Sungai Bengawan Solo dan sungai lainnya di wilayah Kabupaten Sukoharjo mengalami kenaikan debit air. Kenaikan meski belum signifikan namun tetap dipantau karena terpengaruh hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut dipicu karena dampak fenomena alam La Nina dimana terjadi peningkatan curah hujan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI