BPBD Sukoharjo Gencarkan Bersih Sungai

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Peningkatan curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi hingga Maret mendatang. Kerawanan bencana alam khususnya banjir diantisipasi dengan memperbanyak kegiatan bersih sungai serentak disemua wilayah.

Semua pihak dilibatkan mengingat luas dan panjangnya aliran sungai melintasi sejumlah desa dan kelurahan merata di 12 kecamatan. Hasilnya ditemukan sedimentasi pasir, sampah dan rumpun bambu menyumbat aliran air dan rawan menyebabkan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (24/02/2021) mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dan mitigasi risiko bencana alam pada puncak musim hujan. Salah satu kegiatan yang gencar dilakukan sekarang yakni bersih sungai serentak disemua wilayah melibatkan semua pihak.

“Akhir pekan kemarin BPBD Sukoharjo bersama semua pihak mulai pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, organisasi masyarakat, kepemudaaan, warga dan masyarakat umum membersihkan Sungai Siluwur di wilayah Kecamatan Weru,” ujarnya.

Sungai Siluwur menjadi sasaran kerja bakti bersama karena kondisinya memprihatinkan banyak ditemukan sedimentasi pasir, tumpukan sampah dan rumpun bambu. BPBD Sukoharjo menyingkirkan semua dan aliran air menjadi lancar normal kembali.

“Sungai Siluwur kalau meluap maka akan menyebabkan banjir di wilayah Desa Tegalsari dan Desa Karakan, Kecamatan Weru. Kedepan kerja bakti serupa akan dilakukan lagi mengingat Sungai Siluwur sangat panjang dan harus dilakukan bertahap,” lanjutnya.

Kegiatan bersih sungai juga dilakukan BPBD Sukoharjo serentak disemua wilayah di 12 kecamatan. Petugas dari tim gabungan bersama warga masyarakat disekitar lingkungan sungai melakukan pembersihan sedimentasi, sampah dan rumpun bambu secara bertahap. Beberapa wilayah yang sering melakukan kegiatan bersih sungai tersebut seperti di Kecamatan Sukoharjo, Grogol, Mojolaban dan Polokarto.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, kegiatan bersih sungai dan saluran air sudah menjadi agenda rutin saat musim hujan. Memasuki puncak musim hujan maka kegiatan semakin diintensifkan karena banyak tumpukan sedimentasi pasir dan sampah. (Mam)

BERITA REKOMENDASI