BPBD Sukoharjo Imbau Warga Bersihkan Sampah di Sungai

 SUKOHARJO,KRJOGJA.com – Kerja bakti massal membersihkan sampah dan sedimentasi di sungai dan saluran serentak dilakukan disejumlah wilayah di Sukoharjo. Kegiatan dimaksudkan untuk memperlancar aliran air agar tidak menyebabkan terjadinya genangan atau banjir.

Gerakan tersebut dilakukan oleh petugas gabungan serta masyarakat mengingat curah hujan mengalami peningkatan sekarang.

Kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Minggu (5/1) mengatakan, kerja bakti massal membersihkan saluran air dan sungai secara serentak sudah dilakukan petugas gabungan bersama masyarakat sejak awal masuk musim hujan Desember 2019 lalu. Namun sekarang intensitasnya diperbanyak mengingat kondisi saat ini curah hujan mengalami peningkatan. Hujan tersebut menyebabkan debit air ikut meningkat dan arus air menjadi lebih deras. Apabila aliran air tidak lancar karena tersumbat maka dikhawatirkan meluap dan menyebabkan terjadinya genangan atau banjir.

Mengantisipasi hal tersebut maka BPBD Sukoharjo mendorong menggerakan semua pihak baik masyarakat maupun petugas terkait untuk melakukan kerja bakti massal. Kegiatan dilakukan disemua desa, kelurahan dan kecamatan khususnya di wilayah rawan bencana alam. Aliran sungai dan saluran menjadi sasaran utama kegiatan bersama.

"Gerakan kerja bakti bersama kami bangkitkan kembali. Kegiatan digelar secara massal dan serentak disemua wilayah. Soal teknis pelaksanaan kami serahkan ke masing masing desa, kelurahan dan kecamatan. Petugas, relawan dan masyarakat bersatu membersihkan sampah dan sedimentasi," ujarnya.

BPBD Sukoharjo memantau langsung pelaksanaan kerja bakti massal disejumlah wilayah. Hal itu untuk memastikan perkembangan terakhir kondisi sungai atau saluran air. Apabila ada masalah maka nantinya bisa dikomunikasikan dengan pihak terkait. Salah satunya mengenai kondisi sungai dan saluran bila ditemukan kerusakan maka bisa diajukan perbaikan ke pemerintah.

"Sungai dan saluran setelah dibersihkan maka harus diawasi bersama. Jangan sampai ada sampah lagi dibuang sembarangan dan menyebabkan aliran air tersumbat," lanjutnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Bulu Heri Mulyadi mengatakan, kerja bakti membersihkan sampah sudah dilakukan masyarakat bersama petugas gabungan di aliran Sungai Buntung. Kegiatan dimaksudkan sebagai antisipasi terjadinya banjir akibat luapan air karena tersumbat tumpukan sampah. 

Sungai Buntung di wilayah Kecamatan Bulu sekarang kondisinya memprihatinkan karena banyak sampah berupa ranting pohon dan rumpun bambu. Selain itu juga ditemukan tumpukan sampah sehingga menyebabkan aliran air tersumbat.

"Ratusan orang gotong royong melakukan kerja bakti bersama membersihkan Sungai Buntung agar aliran air lancar dan tidak banjir," ujarnya.

Kerja bakti tersebut dipusatkan pada titik di bawah Jembatan Cendini yang menghubungkan Dusun Malangan dan Dusun Kudungsono, Desa Lengking, Kecamatan Bulu. Dilokasi tersebut menjadi paling parah kondisinya dan perlu segera ditangani.

"Mengantisipasi banjir akibat luapan sungai maka di Kecamatan Bulu akan dilakukan kerja bakti massal dilokasi lain. Sampah harus dibersihkan agar aliran air lancar," lanjutnya.

Lurah Pasar Daleman, Kecamatan Baki Jaka Sri Waluya mengatakan, kerja bakti massal dilakukan pedagang, masyarakat, Polri, TNI, SAR, BPBD, relawan dan petugas terkait lainnya membersihkan sampah disepanjang aliran sungai dekat Pasar Daleman, Baki. Tumpukan sampah liar di sungai sudah sangat banyak sehingga harus dibersihkan. Apabila dibiarkan maka sangat mengganggu aliran air sungai dab bisa menyebabkan meluap hingga mengakibatkan banjir. 

"Kerja bakti membersihkan sungai kami lakukan bersama agar tidak banjir. Sebab kondisi sungai sekarang sangat rawan akibat banyak sampah," ujarnya.
Pengelola Pasar Daleman, Baki khawatir apabila banjir maka dampaknya sangat besar bisa mengganggu aktifitas pedagang. Selain itu juga merendam perkampungan penduduk dan fasilitas penting lainnya disekitar sungai.

"Kerja bakti akan kami lakukan berulang beberapa kali kedepan. Tidak cukup sekali sebab tumpukan sampah sangat banyak," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI