BPBD Sukoharjo Waspadai Kerawanan Angin Kencang

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo meminta pada masyarakat mewaspadai kerawanan bencana alam mengingat sekarang sudah masuk peralihan musim dari hujan ke kemarau. Kerawanan tersebut salah satunya angin kencang selama bulan Mei. Kewaspadaan dilakukan masyarakat sekarang ditengah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menjelang Lebaran nanti.

“Kegiatan puasa Ramadan di masyarakat masih ada ditengah pandemi virus Corona. Masyarakat kami minta tetap waspada karena sekarang sudah masuk peralihan musim dari hujan ke kemarau. Angin kencang dan hujan deras masih berpotensi terjadi,” ujar Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Rabu (05/05/2021) .

BPBD Sukoharjo terus berkoordinasi dengan BMKG terkait perkembangan kondisi cuaca. Hal itu dilakukan sekaligus memberikan peringatan dini pada masyarakat.

Informasi peralihan musim dan kerawanan bencana alam angin kencang juga disebarluaskan ke pihak desa dan kelurahan. Sebab beberapa desa masuk wilayah rawan bencana alam angin kencang. Desa tersebut dikatakan Sri Maryanto seperti di wilayah Kecamatan Bulu.

“Beberapa hari terakhir kondisi cuaca panas dan angin kencang. Curah hujan juga sudah menurun karena memang masuk peralihan musim,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo pada peralihan musim juga mewaspadai dampak yang dirasakan masyarakat setelah masuk kemarau karena kekurangan air bersih. Dampak tersebut untuk sementara waktu belum dirasakan. Kekeringan diperkirakan baru akan terjadi pada rentang waktu Juni, Juli dan Agustus mendatang.

Sumur warga untuk saat ini masih terisi penuh air bersumber dari hujan. Namun demikian karena curah hujan menurun ikut berdampak pada penurunan debit air sumur warga. “Kebutuhan air bagi warga selama puasa Ramadan dan Lebaran di wilayah rawan kekeringan masih terpenuhi. Debit air memang menurun karena curah hujan turun tapi stok masih ada,” lanjutnya.

Bantuan air bersih nantinya akan diberikan Pemkab Sukoharjo kepada masyarakat apabila membutuhkan akibat terdampak kekeringan. Bantuan air bersih tersebut sudah menjadi program rutin tahunan pemerintah daerah disaat musim kemarau. Distribusi air bersih dilakukan dengan menggunakan truk tangki langsung menyasar ke rumah warga. (Mam)

BERITA REKOMENDASI