BPBD Waspadai Bahaya Hujan Deras Disertai Petir

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Hujan deras disertai angin kencang dan petir diprediksi muncul hingga akhir April mendatang karena masih puncak musim hujan. Sedangkan awal musim kemarau kemungkinan datang awal Mei. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kerawanan bencana alam termasuk menghindari ruang terbuka saat hujan deras disertai petir melanda untuk menghindari jatuh korban.

BPBD Sukoharjo sudah menerima informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan kondisi cuaca ekstrem sekarang. Sebab tidak hanya puncak hujan dimana terjadi peningkatan curah hujan saja, namun juga adanya angin kencang dan petir.

“Hingga akhir April masih puncak musim hujan. Cuaca ekstrem curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir. Sedangkan musim kemarau diprediksi awal Mei. Itu sesuai informasi resmi yang diterima BPBD Sukoharjo dari BMKG,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Sabtu (03/04/2021).

Sri Maryanto menjelaskan, cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang dan petir membuat BPBD Sukoharjo memperbanyak informasi ke warga. Khusus untuk petir sangat membahayakan dan mematikan.

“Kami minta warga khususnya kepada petani tidak memaksakan diri berada di ruang terbuka atau area sawah saat hujan deras disertai angin kencang dan petir untuk menghindari kejadian tersambar petir,” lanjutnya.

BPBD Sukoharjo juga mengimbau warga tidak berteduh ditempat berbahaya saat hujan turun disertai angin kencang dan petir. Salah satunya berteduh di bawah pohon besar karena rawan terjadi pohon tumbang dan tersambar petir.

Sri Maryanto mengatakan, dalam beberapa hari terakhir saat hujan deras turun hampir selalu disertai angin kencang. Selain itu juga diketahui ada perubahan suhu ekstrem dimana pernah ditemukan kejadian hujan es di wilayah Kecamatan Tawangsari. Fenomena alam tersebut juga terjadi dibeberapa wilayah lain.

Perubahan cuaca tersebut dikatakan Sri Maryanto harus segera disikapi agar tidak muncul korban luka atau jiwa. Sebab bencana alam bisa datang kapan saja. Salah satunya angin kencang yang sulit diprediksi kapan datangnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI