BPCB Masih Teliti Temuan Candi di Ringin Larik

BOYOLALI (KRjogja.com) – Balai pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mulai melakukan penelitian reruntuhan candi di Desa ringin Larik, Kecamatan Musuk, yang ditemukan di lokasi pembangunan embung pada akhir bulan lalu. Hingga saat ini, belum diputuskan apakah temuan tersebut akan diekskavasi atau digali lebih lanjut.

Kasi Pelestarian Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Jateng, Gutomo, Senin (15/8/2016) mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tentang adanya temuan reruntuhan candi dan sudah mengirimkan tim untuk melakukan penelitian awal. Kotak batu berisi pripih atau lempengan logam kekuningan berisi tulisan yang ditemukan di lokasi dan sempat dibawa warga juga sudah diambil untuk diteliti.

“Pripih itu berada di bawah pondasi candi biasanya berisi nama-nama dewa sesuai dengan arah mata angin,” terang Gutomo.

Karena masih diteliti, ia belum bisa menyimpulkan hasil identifikasi, termasuk apakah pripih tersebut terbuat dari emas atau logam lainnya. Namun keberadaan pripih tersebut memastikan bahwa lokasi reruntuhan dulunya ada sebuah candi.

“Kalau pripih biasanya digunakan untuk candi Hindu,” ungkapnya.

Sementara untuk proses ekskavasi atau penggalian, hingga saat ini juga belum disimpulkan. Sayangnya, sebagian besar batu elemen candi sudah hilang sehingga kemungkinan untuk dipugar cukup kecil. Dari temuan awal, di lokasi juga tidak ditemukan adanya prasasti atau arca.

“Saat ini masih belum kita simpulkan apa-apa karena temuan tersebut perlu diteliti dulu,” pungkasnya. (M-9)

BERITA REKOMENDASI