BPJS Kesehatan Hambat Investor Bangun Rumah Sakit

SUKOHARJO, KRJOGJA.com -Pengembangan pelayanan kesehatan dengan menarik investor untuk membangun rumah sakit swasta di wilayah selatan Sukoharjo mendapat kendala. Hambatan terbesar yang dikeluhkan yakni berkaitan dengan BPJS Kesehatan. Sebab permasalahan BPJS Kesehatan ditingkat pusat berdampak hingga ke daerah. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (12/12) mengatakan, tarik ulur permasalahan BPJS Kesehatan ditingkat pusat berdampak pada kekhawatiran investor dalam membangun rumah sakit swasta di wilayah selatan Sukoharjo. 
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Investor khawatir masalah di pusat berdampak langsung ke daerah. Padahal investor membutuhkan jaminan program BPJS Kesehatan berjalan dengan lancar. Hal itu nantinya juga berdampak terhadap investor dalam menggerakan usaha rumah sakit menjadi lebih maju. 

Salah satu masalah besar yang sekarang muncul yakni berkaitan dengan kenaikan premi BPJS Kesehatan. Rencana tersebut mendapat keluhan dari masyarakat. Hal sama dirasakan oleh para investor yang berencana membangun rumah sakit di Sukoharjo. 

Kekhawatiran tersebut sudah disampaikan investor kepada DKK Sukoharjo. Para investor kemudian menunda rencana mereka membangun rumah sakit di wilayah selatan Sukoharjo. 

“Permasalahan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam program BPJS Kesehatan menjadi salah satu pertimbangan investor membangun rumah sakit swasta di Sukoharjo. Kami harap pemerintah pusat bisa membantu agar iklim investasi khususnya rumah sakit di wilayah selatan Sukoharjo bisa terus berkembang,” ujarnya. 

Yunia menjelaskan, investor jelas sangat membutuhkan jaminan pelayanan BPJS Kesehatan berjalan lancar. Hal itu ditekankan berkaitan dengan sistem pembayaran tagihan dari pusat ke pihak rumah sakit swasta. Apabila sering mengalami keterlambatan atau kendala lain maka berdampak pada operasional rumah sakit swasta. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI