BPJS Kesehatan Tak Tanggung Biaya Pengobatan Corona, Begini Penjelasannya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com –  BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya terhadap penanganan kasus virus corona di Sukoharjo. Hal tersebut sesuai Surat Keputusan  Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 80107/Menkes/104/2020 tentang penetapan inveksi corona virus dapat menimbulkan wabah dan penanggulangan dilakukan oleh kementerian kesehatan. Beban biaya sepenuhnya akan ditanggung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah atau instansi pemerintah lainnya.

Kepala BPJS Kesehatan kantor cabang Sukoharjo Maya Dewayani, Minggu (8/3) mengatakan, sudah ada aturan jelas dari pemerintah pusat mengenai sumber pembiayaan terhadap penanganan dan penanggulangan virus corona. Aturan tersebut berlaku disemua daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Sukoharjo.

Aturan pembiayaan tertuang jelas dalam Surat Keputusan  Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 80107/Menkes/104/2020 tentang penetapan inveksi corona virus dapat menimbulkan wabah dan penanggulangan dilakukan oleh kementerian kesehatan. Dalam aturan tersebut dijelaskan Maya pembiayaan ditanggung melalui anggaran Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, atau atau sebagian yang lain sesuai dengan aturan perundang undangan.

Aturan tersebut ditetapkan sejak 4 Februari 2020 lalu dan sudah efektif berlaku. Diharapkan dengan adanya aturan tersebut dapat dipahami semua pihak.

Sumber pembiayaan penangganan kasus virus corona juga dijelaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan. Dalam pasal 52 ayat 1 terkait manfaat yang tidak dijamin salah satunya layanan kesehatan akibat bencana dan  kejadian luar biasa atau wabah.

“Sumber pembiayaan tetap ditanggung pemerintah melalui pihak terkait seperti Kemenkes, Pemda atau lainnya. Bukan BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Maya meminta pada masyarakat tidak panik karena pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan. Salah satunya jaminan pembiayaan terhadap kasus virus corona.

“Pemerintah tetap membantu dalam kasus virus corona ini. Dari sisi biaya sudah ada, rumah sakit juga telah siap,” lanjutnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular (PPM) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Bejo Raharjo mengatakan, kondisi sekarang di Sukoharjo masih aman. Sebab belum ada temuan warga Sukoharjo terkena virus corona.

DKK Sukoharjo beberapa waktu lalu memang sempat memantau kondisi salah satu warga asal Kecamatan Bulu yang dirawat intensif di RSUD Sukoharjo karena kondisi panas tinggi dan sesak nafas usai menjalankan ibadah umrah. Namun demikian, warga tersebut setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dinyatakan negatif virus corona. Pihak dokter yang menangani juga telah mengizinkan warga tersebut pulang ke rumah karena sudah dinyatakan sehat.

“Sampai saat ini masih aman dan warga tidak perlu panik. Kami juga sudah melakukan antisipasi dan mempersiapkan sesuatu yang berhubungan dengan virus corona itu. Mulai dari bangsal hingga tim medis,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI