BPS Sukoharjo Gelar Sensus Penduduk

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sensus penduduk offline atau tatap muka dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sukoharjo menyasar warga di 167 desa dan kelurahan di 12 kecamatan. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 677 petugas selama 15 hari terhitung 1-15 September. Sensus penduduk offline tersebut sebagai tindaklanjut setelah sebelumnya digelar secara online pada 1 Februari-29 Mei lalu.

Kepala BPS Sukoharjo Ahmad Isbani, Selasa (01/09/2020), mengatakan, sensus penduduk offline kali ini merupakan kegiatan kedua setelah selesai dilakukan secara online. Pelaksanaan kegiatan digelar BPS Sukoharjo dengan cara berbeda. Apabila sebelumnya memakai sistem komputer maka sekarang diubah menggunakan tatap muka.

Perubahan sistem pelaksanaan sensus penduduk tersebut berdasarkan aturan dari pemerintah pusat. Dengan demikian diharapkan hasil data yang diperoleh bisa valid sesuai kondisi riil di masyarakat.

Pada pelaksanaan sensus penduduk online digelar 1 Februari-29 Mei lalu didapati hasil baru berjalan 16 persen atau sebanyak 47.746 Kepala Keluarga (KK) atau 175.790 jiwa. Data tersebut masih sedikit mengingat banyak penduduk belum melaksanakan sensus pada tahap pertama tersebut.

Sisa kekurangan sebanyak 84 persen diselesaikan sensus penduduk secara offline. BPS Sukoharjo menurunkan sebanyak 677 petugas selama 15 hari terhitung 1-15 September.

“Sensus penduduk kali ini dilaksanakan dengan sistem tatap muka. Petugas akan mengunjungi langsung warga di rumah untuk dilakukan pendataan,” ujarnya.

BPS Sukoharjo pada sensus penduduk tersebut menggandeng petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam mendata warga tuna wisma. Sedangkan petugas sensus yang mendata ke rumah warga harus bisa bertemu langsung dengan target sasaran.

Warga yang didata juga dipersilahkan untuk memastikan bahwa petugas dibekali dengan identitas petugas sensus BPS dan mengenakan atribut protokol kesehatan. BPS Sukoharjo juga menerapkan aturan ketat dengan melaksanakan tes bebas virus corona terhadap semua petugas terlibat sensus penduduk.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo mengatakan, sensus penduduk sudah mulai dilaksanakan BPS Sukoharjo sejak 1-15 September mendatang. Pelaksanaan kali ini dilakukan petugas dengan sistem berbeda dari sebelumnya online ke offline. Pemkab Sukoharjo mendukung penuh kegiatan tersebut untuk menghasilkan data penduduk valid.

“Warga kami minta juga membantu pelaksanaan sensus penduduk agar lancar dan sukses. Data penduduk dalam sensus kali ini sangat penting,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI