Budidaya Magot Jadi Solusi Alternatif Pengurangan Sampah

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten menggelar sosialisasi budidaya magot sebagai solusi alternatif pengurangan sampah bagi komunitas peduli sungai dan taman sungai di Lumpang Tjokro, Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Kamis (22/10/2020).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Dampak Lingkungan, DLHK Kabupaten Klaten, Dwi Maryono, mengatakan, magot menjadi salah satu solusi dalam penanganan sampah selain dengan lubang biopori dan tempat pengolahan sampah (TPS) 3R (reduce, reuse & recycle). Dengan tiga konsep ini diharapkan mampu menyelesaikan sampah dari sumbernya yakni mulai tingkat RT, RW, dan desa.

“Sampah kita selesaikan dari sumbernya. Jika satu desa punya TPS 3R, masing-masing RW punya kelompok bank sampah, punya lubang biopori, dan punya budidaya magot maka persoalan sampah selesai. Sehingga tidak ada sampah yang ke TPA. Itu mimpi kita dengan tiga konsep,” ujarnya.

Terkait dengan budidaya magot, pihaknya telah mengajukan bantuan pengadaan telur magot dan kotak biopond. Harga telur magot berkisar Rp 8000 – Rp 10.000 per gram. Di Klaten masih ada dana dari Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Selain itu juga di perubahan untuk pengadaan kendaraan roda tiga.

“Silahkan mengajukan proposal nanti kita verifikasi. Kalau memang kegiatan tersebut bermanfaat dan mengolah sampah, kami bantu. Kami ada pengadaan lumayan banyak. Di tahun 2021 pengadaan telur magot dan kotak biopond,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI