Bupati Apresiasi Langkah LDII Sukoharjo

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Organisasi masyarakat (ormas) maupun masyarakat Sukoharjo diminta untuk mengutamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjaga kemajemukan bangsa. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi perpecahan. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpancing isu ikut aksi demo besar di Jakarta pada 25 November dan menggantinya dengan mengisi kegiatan positif demi kemajuan pembangunan Kabupaten Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya ditemui usai memimpin jalan sehat di yang diselenggarakan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sukoharjo di Dukuh Ngiri, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Minggu (20/11/2016) mengatakan, sangat mengapresiasi semua pihak untuk tetap menjaga NKRI. Seperti yang dilakukan oleh DPD LDII Sukoharjo dengan tidak ikut campur melakukan aksi demo besar di Jakarta dan tetap memilih menjaga kondusifitas daerah.

“Langkah yang diambil DPD LDII Sukoharjo sudah tepat. Kita tidak usah demo. Gunakan waktu pikiran dan tenaga untuk membangun Sukoharjo dan menjaga NKRI,” ujar Wardoyo Wijaya.

Bupati berharap semua unsur baik Ormas Islam dan ormas lainnya termasuk masyarakat umum untuk bersatu. Sebab persatuan lebih utama dibanding mengedepankan egoism karena rawan menjadi pemicu perpecahan bangsa.

Sementara itu menghadapi isu rencana aksi demo besar di Jakarta 25 November mendatang, Wardoyo Wijaya meminta kepada masyarakat tidak terpancing isu menyesatkan. Masyarakat diminta tenang dan tetap berada di Sukoharjo.

Ketua DPD LDII Sukoharjo Dalono Abdul Rosyid mengatakan, masyarakat sekarang semakin terkikis rasa kecintaanya terhadap sesama. Hal itu dilihat dengan banyaknya masyarakat yang saling tuding, fitnah dan menjatuhkan sehingga menjadi pemicu perpecahan bangsa. (Mam)

BERITA REKOMENDASI