Bupati Klaten Dapat Teguran dari Mendagri, Benarkah?

KLATEN, KRJOGJA.com – Bakal calon bupati Klaten petahana Sri Mulyani membantah mendapat teguran dari Mendagri soal kode etik penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat pendaftaran sebagai peserta Pilkada di KPU Kabupaten Klaten pada 04 September 2020.

“Saya tidak termasuk. Tidak ada (informasi teguran). Saya baca di Jawa Tengah ada dua tapi bukan Klaten. Sampai saat ini Klaten aman-aman saja,” ujar Sri Mulyani saat ditemui pada acara penyerahan mahasiswa peserta kuliah kerja terpadu di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Kamis (10/09/2020).

Dikabarkan bahwa Mendagri Tito Karnavian telah menegur sebanyak 69 kepala daerah petahana karena melanggar protokol kesehatan Covid-19 pada tahapan Pilkada 2020. Dari jumlah itu, santer diinformasikan satu diantaranya adalah Kabupaten Klaten dengan jenis pelanggaran kode etik.

Sebelumnya diberitakan, bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Klaten Sri Mulyani–Yoga Hardaya (MULYO) resmi mendaftar ke KPU Kabupaten Klaten pada 04 September 2020. Mereka berangkat dari Kantor DPC PDIP Klaten dengan mengenakan kostum lurik dan menaiki kereta kencana.

Iring-iringan rombongan menarik perhatian masyarakat. Pemilihan kereta kencana sebagai kendaraan saat mendaftar karena petahana ingin menunjukkan karakter yang njawani dan sederhana.(Lia/Sit)

BERITA REKOMENDASI