Bupati Puji Sekolah Berinovasi Dalam PTM

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Sri Mulyani memuji sejumlah sekolah yang melakukan inovasi dalam upaya menghindari kerumunan siswa dan orangtua, setelah pembelajaran tatap muka selesai.

“Masing-masing sekolah punya inovasi. Di SDN 1 Klaten, penjaga sekolah yang melakukan pemantauan menggunakan HT, kalau orangtua siswa sudah datang, dilaporkan lalu anak baru boleh keluar kelas menemui orangtuanya. Kalau di SDN 2 Klaten, orangtua yang lapor kalau sudah datang menjemput, baru anak boleh keluar kelas. Ini bagus jadi tidak akan ada kerumunan,” kata Bupati, didampingi Kepala Dinas Pedidikan, Dr Wardani di sela inspeksi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Selasa (28/9/21).

Bupati mengecek langsung dari kelas ke kelas, untuk melihat interaksi belajar di masa awal PTM diberlakukan tersebut. Selain itu, juga melakukan tanya jawab dengan para siswa, dan mengingatkan siswa agar selalu mentaati protokol kesehatan.

“Anak-anak lebih suka sekolah daring apa tatap muka? Jangan lupa sellau patuhi prokes ya, pakai masker, cuci tangan dan lain-lain. Anak-anak maskernya dipakai sekali saja, besok ganti lagi nggih,” kata bupati di hadapan murid-murid kelas VI SDN 1 Klaten.

Plt Kepala SDN 1 Klaten Sri Subekti mengemukakan, untuk siswa kelas 6 menempati ruang khusus yang lebih luas dari ruang kelas lainya. Dilakukan penggabungan siswa kelas 6A dan 6B, akibat kurangnya SDM pengajar. “Gurunya ada yang sedang cuti melahirkan dan yang satu lagi sedang mengikuti diklat,” kata kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Dr Wardani S, M.Pd mengemukakan, sejauh ini pelaksanaan pembelajaraan tatap muka berjalan lancar dan aman. Baru sebanyak 50 persen siswa yang PTM dan 50 persen lainya PJJ. Akan terus dilakukan evaluasi, dan dipertimbangkan penambahan jumlah kelas maupaun siswa yang mengikuti PTM. “Sampai sekarang aman dan lancar. Akan terus kita evaluasi,” kata Wardani. (Sit)

BERITA REKOMENDASI