Buruh Sukoharjo Minta UMK Tahun 2021 Naik

FPB Sukoharjo belum menentukan angka usulan kenaikan UMK tahun 2021 pada Pemkab Sukoharjo. Angka usulan baru akan disampaikan setelah selesai melakukan survei harga kebutuhan pokok, tempat tinggal dan komponen lainnya. Survei rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat dengan mengambil sampel lokasi di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo dan Pasar Kartasura.

“Survei kami sesuaikan dengan aturan baru dalam Permenaker Nomor 18 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permenaker Nomor 21 Tahun 2016 tentang KHL. Dalam aturan lama survei dilakukan terhadap 60 komponen, sedangkan aturan baru bertambah menjadi 64 komponen,” lanjutnya.

Tambahan empat komponen baru dalam Permenaker Nomor 18 Tahun 2020 akan dimaksimalkan buruh Sukoharjo. Sukarno menegaskan, buruh sudah bulat meminta kenaikan upah pada tahun depan.

“Situasi sekarang sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Terlebih lagi posisi sekarang sudah Oktober namun belum ada hasil survei KHL. Sebab baik buruh, pengusaha dan dinas sama sama menunggu setelah muncul Undang Undang Cipta Kerja,” lanjutnya.

Sukarno memperkirakan penentuan UMK tahun 2021 akan berlangsung alot. Sebab baik buruh, dinas dan pengusaha akan memiliki pandangan sendiri termasuk angka usulan mengingat kondisi sekarang masih pandemi virus corona.

“Tinggal tersisa efektif dua bulan berjalan, sebab sekarang sudah akhir Oktober dan awal Desember biasanya sudah ada putusan UMK. Selanjutnya pertengahan Desember sosialisasi ke buruh dan pengusaha,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI