Buruh Sukoharjo Tolak Pembayaran THR Dicicil

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Buruh di Sukoharjo menolak keras sistem pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri tahun ini dengan cara dicicil. Sebab buruh sangat membutuhkan THR tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga ditengah pandemi virus corona. Penolakan juga dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman tahun lalu dimana buruh tidak mendapat jaminan kejelasan pembayaran THR dari pihak perusahaan dan terpaksa harus ditengahi oleh serikat pekerja dan dinas.

Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) sekaligus Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo, Sukarno, Minggu (11/4/2021) mengatakan, buruh di Sukoharjo sudah satu suara menolak sistem pembayaran THR Idul Fitri tahun ini dibayarkan dengan cara dicicil oleh pihak perusahaan. Pembayaran THR dicicil tersebut sudah diwacanakan oleh pemerintah pusat dan diketahui buruh di Sukoharjo.

Buruh di Sukoharjo meminta pada pemerintah agar perusahaan membayar THR langsung penuh atau tunai 100 persen dan tidak dicicil. Hal itu sesuai dengan ketentuan sistem pembayaran THR sebelumnya seperti dijalankan pada tahun lalu. Disisi lain pembayaran THR secara tunai juga sudah menjadi hak buruh yang dilindungi Undang Undang.

THR

BERITA REKOMENDASI