Butuh Dana Segar, Anggota DPRD Sukoharjo Ramai-ramai Gadaikan SK

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024 usai dilantik ramai ramai menggadaikan surat keputusan (SK) pengangkatan menjadi anggota dewan ke bank. Para wakil rakyat tersebut berharap bisa mendapatkan suntikan dana besar sekitar Rp 500 juta – Rp 1 miliar. Uang dipakai untuk menutup utang biaya selama mengikuti proses Pileg 2019 hingga memenuhi kebutuhan hidup.

Anggota DPRD Sukoharjo dari Partai Golkar Jaka Wuryanta, Kamis (19/9/2019) mengatakan, sudah menjadi fenomena lima tahunan bagi anggota DPRD dimana saja termasuk di Sukoharjo usai dilantik langsung menggadaikan SK pengangkatan dewan ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Sebanyak 45 anggota DPRD Sukoharjo secara resmi sah menjabat menjadi wakil rakyat setelah dilantik pada 9 September lalu. Dari jumlah tersebut sebagian besar anggota dewan Sukoharjo sudah menggadaikan SK pengangkatan.

Sikap anggota dewan untuk menggadaikan SK dilakukan atas inisiatif pribadi. Mereka memilih bank sebagai lembaga resmi mendapatkan uang dalam jumlah besar. Dana segar dibutuhkan para wakil rakyat untuk memenuhi kebutuhan salah satunya menutup utang selama mengikuti proses Pileg 2019 lalu. Selain itu juga memenuhi kebutuhan hidup setelah resmi dilantik.

"Anggota dewan menggadaikan SK sudah wajar karena memang setelah resmi dilantik butuh uang besar untuk menutup kebutuhan selama pemilu sebelumnya. SK digadaikan di bank dengan nilai pinjaman sekitar Rp 500 juta – Rp 1 miliar," ujarnya.

Jaka menambahkan, anggota dewan memiliki hak penuh untuk menggadaikan SK atau tidak. Sebab setelah dilantik maka para wakil rakyat punya kewenangan pribadi berkaitan dengan SK pengangkatan anggota DPRD.

"Ada juga anggota dewan yang kemungkinan tidak menggadaikan SK karena memang tidak memerlukannya. Digadaikan atau tidak itu hak penuh anggota dewan setelah resmi dilantik. Apalagi setelah terima uang dari bank itu sifatnya pinjaman dan wajib diganti menggunakan gaji," lanjutnya.

Anggota DPRD Sukoharjo dari Partai PAN Suryadi mengatakan, setelah dilantik memang ada beberapa anggota dewan menggadaikan SK ke bank untuk mendapatkan pinjaman uang dalam jumlah besar. Nilai dana yang diterima bervariasi mulai Rp 500 juta – Rp 1 miliar.

"Saya sendiri masih pikir-pikir mau pinjam atau tidak. Tapi memang sudah ada beberapa anggota dewan menggadaikan SK ke bank untuk dapat pinjaman uang," ujarnya.

Pimpinan Bank Jateng Cabang Sukoharjo Agus Hastana mengatakan, sudah menjadi tradisi setiap lima tahun sekali setelah resmi dilantik maka ada beberapa anggota DPRD Sukoharjo mengajukan pinjaman uang dengan jaminan berupa SK pengangkatan menjadi anggota dewan. Sistem tersebut berlaku dengan nilai pinjaman sekitar Rp 500 juta – Rp 1 miliar.

Bank Jateng Cabang Sukoharjo menganggap wajar sikap anggota DPRD Sukoharjo menggadaikan SK. Sebab mereka butuh dana besar setelah berhasil memenangi pemilu. "Sudah ada beberapa anggota DPRD Sukoharjo menggadaikan SK untuk mendapat pinjaman uang di Bank Jateng Cabang Sukoharjo," ujarnya.

Pengajuan gadai SK sudah diterima Bank Jateng Cabang Sukoharjo dari beberapa anggota dewan sejak selesai dilakukan pelantikan wakil rakyat pada 9 September lalu. Hingga sekarang jumlah anggota dewan yang menggadaikan SK terus bertambah. (Mam)

BERITA REKOMENDASI