Calon Independen Pilkada Boyolali Wajib Kantongi Minimal 60.636 KTP

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pasangan calon independen dalam Pilkada Boyolali 2020 mendatang harus memenuhi sejumlah syarat dukungan sebayak 60.636 suara dari masyarakat yang dibuktikan dengan surat keterangan bermaterai dan photocopy KTP. ‎

"Jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) di Boyolali kan 808.469, sehingga kalau syarat dukunggan minimal sebanyak 7,5 persen dari DPT, jumlahnya 60.636," kata Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin. 

Selain jumlah, lanjutnya, suara dukungan tersebut juga harus memenuhi syarat lain, yakni berasal minimal dari 11 kecamatan atau separuh jumlah kecamatan di Boyolali, serta tak boleh ada suara dukungan dari ASN, TNI-POLRI, kepala desa dan perangkatnya, serta masyarakat yang ikut menjadi penyelenggara Pemilu di semua tingkatan. 

"Seluruh data syarat dukungan calon perseorangan nanti akan diteliti secara faktual," tegasnya. 

Ali menambahkan, untuk pasangan calon yang maju dari partai politik, minimal harus mempunyai 20 persen di kursi legislatif atau sebanyak 9 kursi dari sebanyak 45 kursi di DPRD Boyolali.  

Munculnya wacana calon independen di Pilkada Boyolali 2020 nanti mengemuka, menilik PDIP saat ini menguasai 35 kursi di DPRD dan hanya PDIP saja yang sudah mulai melakukan penjaringan bakal calon secara internal, dengan mengirimkan dua paket nama ke DPP PDIP untuk mendapat rekomendasi. Sementara parta lain yang punya kursi di DPRD, yakni Golkar, PKS, PKB, dan Gerindra‎ dengan total 10 kursi, belum memunculkan wacana pencalonan. 

Sebelumnya, Bupati Boyolali, Seno Samodro, yang sudah menjabat dua kali sehingga tak bisa maju lagi, memprediksi paslon dari PDIP, entah siapapun paket nama yang mendapat rekomendasi, akan melawan bumbung kosong. Hal itu ia simpulkan dari kondisi dan peta politik di Boyolali saat ini. "Menurut ramalan cuaca itu kayaknya nanti musuhnya bumbung kosong‎," katanya beberapa waktu lalu. (Gal)

BERITA REKOMENDASI