Canggih, Pasar Gawok Jadi Percontohan Aplikasi QRIS

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pasar Gawok, Gatak resmi ditunjuk Bank Indonesia (BI)  sebagai pasar tradisional percontohan menerapkan aplikasi Quick Respon Indonesia Standar (QRIS) atau pembayaran non tunai kali pertama di Sukoharjo. Tahap selanjutnya sistem serupa akan diterapkan disemua pasar tradisional lain dengan golongan besar di Sukoharjo. Penerapan QRIS sangat membantu petugas dan pedagang salah satunya berkaitan dengan penarikan retribusi. Transparansi atau keterbukaan pengelolaan keuangan menjadi prinsip utama penerapan aplikasi tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Minggu (22/12/2019) mengatakan, Pasar Gawok, Gatak merupakan pasar tradisional pertama yang menerapkan QRIS setelah resmi ditunjuk BI. Usai penunjukan maka QRIS langsung diterapkan pada Desember 2019 ini. Sebelum penerapan aplikasi dijalankan pihak BI telah memberikan sosialisasi baik kepada dinas, pengelola Pasar Gawok, Gatak dan pedagang.

Tahapan tersebut sangat diperlukan karena pengelola dan pedagang Pasar Gawok, Gatak akan mengalami perubahan aplikasi dari sebelumnya manual ke sistem online komputer. Apabila tidak diberi penjelasan oleh pihak BI dikhawatirkan dalam pelaksanaanya terjadi masalah.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo mengapresiasi kebijakan BI dalam menunjuk Pasar Gawok, Gatak sebagai percontohan QRIS di Sukoharjo. Sebab perubahan sistem dari manual ke aplikasi online sangat diperlukan sekarang sesuai perkembangan teknologi.

QRIS dinilai Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo akan mempermudah baik bagi petugas maupun pedagang. Salah satunya berkaitan dengan penarikan retribusi pasar tradisional menjadi lebih cepat dan transparan. Dengan demikian retribusi yang dibayarkan pedagang bisa langsung diterima Pemkab Sukoharjo.

"Tahap awal BI menunjuk Pasar Gawok, Gatak sebagai pasar tradisional percontohan menerapkan QRIS pada Desember 2019 ini. Selanjutnya pada tahun 2020 mendatang QRIS akan diterapkan disemua pasar tradisional dengan golongan besar di Sukoharjo," ujarnya.

Aplikasi QRIS yang diterapkan di Pasar Gawok, Gatak memiliki standar nasional. Sebab sistem serupa juga diterapkan disejumlah pasar tradisional dibeberapa daerah lain.

"Fungsi aplikasi QRIS ini bagi pedagang tidak hanya untuk bayar retribusi saja. Namun juga transfer uang, bayar listrik, BPJS, telpon dan lainnya," lajutnya.

Asisten II Sekda Pemkab Sukoharjo Widodo mengucapkan terima kasih kepada BI yang telah mempercayakan pasar tradisional Gawok, Gatak sebagai pilot project pembayaran QRIS. Sebab Pasar Gawok, Gatak merupakan salah satu pasar tradisional besar dan bersejarah di Sukoharjo.

"Seiring kemajuan teknologi sudah saatnya pembayaran dilakukan melalui sistem digitalisasi tunai ke non tunai. Tak Dipungkiri butuh waktu untuk menyesuaikan standar itu, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena tidak terbiasa dengan sistem pembayaran non tunai ini. Harapan kami semoga pilot project di Pasar Gawok, Gatak ini akan dikembangkan dan dapat  menjadi contoh bagi pasar pasar lainya diwilayah Kabupaten Sukoharjo sebanyak 15 pasar nantinya," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo meminta kepada BI untuk ikut membantu pelaksanaan QRIS di Pasar Gawok, Gatak. Sebab aplikasi tersebut baru kali pertama diterapkan di Sukoharjo dan dikhawatirkan bisa muncul kendala dalam penerapannya ke pedagang. Bentuk bantuan yang diminta berupa pendampingan.

"Apabila ada kendala maka kami minta BI langsung ikut membantu khususnya pedagang. Sebab mereka akan menerapkan perubahan dari biasanya manual membayar tunai maka setelah QRIS diterapkan berubah menjadi non tunai atau online," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI