Cegah Baby Boom, Dissos P3A dan KB Klaten Distribusikan Alokon Lewat Ojol

KLATEN, KRJOGJA.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3A dan KB) Kabupaten Klaten membuat inovasi yakni distribusi alat dan obat kontrasepsi atau Alokon pada masa pandemi dengan ojek online (Diskon Mami Ojol).

Kepala Dissos P3A dan KB Kabupaten Klaten, M. Nasir, menyampaikan, inovasi berupa Diskon Mami Ojol bertujuan agar distribusi Alokon ke fasilitas kesehatan tetap berjalan lancar dan baby boom dapat dicegah meskipun dalam masa pandemi Covid-19, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan physical distancing atau social distancing.

“Petugas distribusi Alokon diganti dengan memanfaatkan teknologi ojek online, sehingga penyuluh KB atau petugas distribusi tidak perlu keliling ke masing-masing fasilitas kesehatan untuk mendistribusikan Alokon,” jelasnya, Rabu (17/06/2020).

Nasir berharap dari adanya inovasi Diskon Mami Ojol maka distribusi Alokon ke fasilitas kesehatan berjalan lancar. Sehingga ketersediaan Alokon di fasilitas kesehatan tetap aman dan tidak terjadi kekosongan stok, pelayanan kontrasepsi tetap optimal dan lonjakan kelahiran atau baby boom dapat dicegah.

“Selain itu, penularan virus Covid-19 juga dapat ditekan karena inovasi ini mengurangi kontak langsung antara petugas distribusi Alokon dengan fasilitas kesehatan. Kardus tempat Alokon yang akan diantar juga disemprot dengan disinfektan terlebih dahulu sebelum diambil dan didistribusikan oleh ojek online,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Dissos P3A dan KB Kabupaten Klaten, Retno Setyaningsih, menambahkan, stok Alokon masih melimpah guna memenuhi permintaan Alokon dari akseptor yang tersebar di Klaten. Hanya saja, pendistribusian Alokon perlu dipikirkan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, salah satunya melalui inovasi Dikson Mami Ojol.

“Dengan inovasi Diskon Mami Ojol sehingga penyuluh KB atau petugas distribusi tak perlu keliling ke masing-masing Faskes. Ini salah satu upaya menekan ibu hamil yang semenjak pandemi terjadi kenaikan signifikan,” imbuhnya. (Lia)

BERITA REKOMENDASI