Cegah Kasus Kebakaran, Sosialisasi Sasar Para Pelajar

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sosialisasi terhadap kerawanan kebakaran terus dilakukan petugas dengan penyampaian teori dan praktek. Sasarannya beragam mulai dari anak anak sampai orang dewasa termasuk pelaku usaha. Diharapkan dengan cara tersebut bisa menekan kerawanan dan mengurangi potensi nilai kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran.

Kabid Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Margono, Selasa (9/10/2018) mengatakan, sosialisasi bisa dilakukan dengan berbagai cara oleh petugas. Seperti petugas mendatangi sasaran yang perlu mendapatkan materi maupun menunggu kedatangan dari pemohon untuk menerima penjelasan.

Pentingnya pencegahan maupun penanganan kerawanan kebakaran datang dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka seperti anak sekolah, kelompok atau komunitas kemasyarakatan, lembag bahkan pelaku usaha.

Kondisi tersebut membuat petugas lega karena pencegahan kebakaran harus didasari atas kesadaran sendiri. Dengan demikian maka kerawanan ancaman kebakaran bisa ditekan sejak awal.

"Sosialisasi terus kami lakukan dengan beragam cara. Seperti kami mengumpulkan pelaku usaha. Tapi akhir akhir ini banyak anak sekolah datang ke petugas untuk mendapat sosialisasi. Termasuk juga ada permintaan dari ibu ibu PKK," ujar Margono.

Beragamnya kalangan yang mendapatkan materi sosialisasi menjadi lebih efisien dan bermanfaat. Sebab pencegahan kerawanan kebakaran menjadi tugas bersama semua pihak.

Petugas dalam sosialisasinya memberikan beragan materi ke masyarakat. Salah satu hal ringan yakni berkaitan dengan pencegahan kebakaran pada sebuah bangunan baik rumah tinggal maupun tempat usaha. Bentuknya yakni dengan meminta penggunaan kabel listrik sesuai standar. Selain itu juga tidak menggunakan colokan listrik secara berlebihan sehingga bisa memicu kasus korsleting.

Margono mencontohkan materi lain dalam pencegahan kebakaran paling sepele yakni tidak membuang puntung rokok yang masih menyala atau meninggalkan pembakaran sampah secara sembarangan. Sebab dua hal tersebut meski gampang namun sulit dilakukan oleh masyarakat karena sudah menjadi kebiasaan. 

Akibat dari hal tersebut menyebabkan terjadinya beberapa kasus kebakaran disejumlah wilayah di Sukoharjo. Kebakaran menyebabkan kerugian materi tidak sedikit.

"Hal lainnya yang bisa dilakukan seperti dari kalangan perempuan atau ibu ibu mereka perlu melakukan pengecekan gas saat memasak karena kebocoran bisa memicu kebakaran," lanjutnya.

Usaha pencegahan sudah dilakukan namun apabila kebakaran tetap terjadi maka masyarakat perlu melakukan penanganan berupa pemadaman. Petugas juga sudah memberikan materi kepada masyarakat untuk melakukan pemadaman.

"Keberadaan alat pemadam kebakaran wajib dimiliki semisal pelaku usaha atau perkantoran. Tapi untuk rumah tangga umum masyarakat juga sudah kami ajarkan teknik pemadaman semisal menggunakan karung atau kain basah apabila api belum besar atau langsung menyiram menggunakan air," lanjutnya.

Kasus kebakaran di Sukoharjo sendiri terhitung sejak Januari – September 2018 sebanyak 85 kejadian. Nilai kerugian dari kebakaran tersebut mencapai Rp 3 miliar. Kebakaran menimpa sejumlah bangunan seperti rumah, tempat kos, ruko dan lahan kosong.

Dalam beberapa bulan terakhir terhitung Juli sampai September terjadi lonjakan jumlah kasus kebakaran tinggi. Kebakaran terjadi disejumlah wilayah di Sukoharjo dengan berbagai penyebab. Seperti kebakaran disebuah bangunan meliputi rumah tinggal, ruko, gudang dan lainnya. Penyabnya terjadi karena salah satunya faktor korsleting listrik. Ada juga penyebab lainnya karena kebocoran tabung gas atau kelalaian warga dengan meninggalkan lilin menyala begitu saja tanpa pengawasan.

Kebakaran yang juga menjadi sorotan petugas yakni di lahan kosong atau pekarangan. Penyebab kasus tersebut lebih disebabkan karena faktor kelalaian masyarakat atau kesengajaan dari pemilik lahan.

Kasus kebakaran lahan kosong diberbagai wilayah di Sukoharjo mencapai 24 kejadian. Jumlah tersebut diharapkan petugas tidak lagi terjadi penambahan karena masyarakat sudah mendapatkan sosialisasi kerawanan kebakaran.

Kebakaran di lahan kosong dijelaskan Margono bisa dicegah apabila warga atau pemilik tanah melakukan pembakaran dengan cara benar seperti dilakukan sedikit demi sedikit dan ditunggui. Selain itu juga menyediakan air apabila terjadi masalah seperti api merembet karena tertiup angin kencang. (Mam)

BERITA REKOMENDASI