Cegah Kepunahan, Pemkab Boyolali Tanam Ribuan Pohon Langka

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Upaya menghijaukan Boyolali dengan menghijaukan lingkungan terus dilakukan. Berbarengan dengan HUT ke-68 DPRD Boyolali, penanaman berbagai jenis pohon langka dilakukan di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB), Kamis (13/12/2018).

Dalam kegiatan tersebut, ditanam berbagai jenis pohon yang sudah langka, diantaranya pohon Nyamplung, Pule, dan Lerak. Selain di KRIB, beberapa hari sebekumnya dalam agenda berbeda juga sudah ditanam sebanyak 12 ribu pohon di wilayah Ampel. Sementra sepanjang tahun 2018 ini, telah ditanam sebanyak 260.004 pohon di seluruh wilayah Boyolali. Beberapa lokasi yang kaya sumber air ditanami pohon khusus, yakni 500 pohon beringin, 800 pohon aren, dan 800 pohon trembesi.

Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, S Paryanto mengatakan, pihaknya akan terus memberikan dukungan untuk program-program pemerintah yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan selain dukungan regulasi, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi langsung, diantaranya imbauan masyarakat untuk menanam pohon di lahan kosong untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik untuk kesejahteraab ataupun aspek kesehatan.

Keberadaan KRIB, lanjutnya, juga akan sangat positif sebagai sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan. "Pengembangan KRIB terus kita dukung sebagai bagian dari upaya untuk pelestarian lingkungan serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya hal tersebut," katanya.

Dalam kegiatan perungatan hari jadi DPRD Boyolali tersebut, hadir pula jajaran Formkominda, Dandim 0724/Boyolali Letkol Herman Taryawan, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi dan aktivis pecinta lingkungan.

Bupati Boyolali, Seno Samodro menambahkan, di KRIB sudah mempunyai ribuan pohon dari ratusan jenis pohon langka. Selain bermanfaat untuk lingkungan, koleksi pohon langka tersebut sekaligus menjadi sarana reservasi, edukasi dan rekreasi bagi masyrakat. "Misal keberadaan pohon kana mencegah bencana seperti banjir dan longsor. Pengetahuan dan kesadaran tersevut yang terus kita galakkan," pungkasnya. (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI