Cegah Peredaran Narkoba, Pelajar Di Boyolali Akan Di Tes Urine

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olah Raga (Disdikpora) Boyolali memerintahkan pihak sekolah untuk mengetatkan pengawasan terhadap siswanya dari bahaya peredaran narkoba. Hal ini menyusul kasus dua pelajar SMA di Boyolali yang mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 1 gram ke dalam Rutan Boyolali, pekan kemarin.

 

Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, Senin (29/8) mengatakan, ia sudah meminta pihak sekolah untuk mengawasi dan mendata pelajar yang punya kecenderungan atau rentan terhadap sasaran peredaran narkoba. Cirinya, para pelajar tersebut mempunyai perilaku yang ekstrim atau di luar wajar, semisal sering pulang malam, terlibat pergaulan yang tak sehat dan sebagainya. Pengawasan dan analisa dilakukan oleh para guru serta melibatkan sesama siswa.

Pihaknya juga berencana untuk mengadakan tes urine bagi para pelajar di Boyolali. Namun hal tersebut perlu perencanaan matang, termasuk penyiapan anggaran, mengingat jumlah pelajar di Boyolali ada ribuan sehingga membutuhkan dana yang tak sedikit.

"Pasca kejadian kemarin, kami sudah. Minta pihak sekolah untuk melakukan pengawasan, pendataan dan verifikasi siswa yang rentan dengan narkoba," kata Abdul.

Mengenai nasib KAS (17) dan BRS (17), dua pelajar yang tertangkap tangan menyelundupkan sabu ke rutan Boyolali yang saat ini masih diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Semarang, Abdul menyatakan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme dan proses hukum. Namun ia memastikan akan menjamin hak pendidikan bagi keduanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Boyolali, Agus Ali Rosyidi menekankan agar pengawasan pelajar dari bahaya narkoba perlu ditingkatkan. Salah satunya bisa dengan mengadakan tes urine ?mengandeng Polres, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) atau pihak yang berkompeten lainnya. Tes urine ini diperlukan untuk mendeteksi sejauh mana narkoba sudah masuk ke kalangan pelajar di Boyolali.

"Seluruh pihak mesti memberikan perhatian khusus pada masalah narkoba, terlebih lagi dikalangan pelajar. Sebab ini masalah yang besar menyangkut masa depan generasi muda," tegasnya. (M-9)

 

BERITA REKOMENDASI