Cegah Perploncoan, Pengawasan Dari Guru Diperketat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Hari pertama masuk sekolah tingkat SMP akan diawasi ketat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo fokusnya yakni terhadap siswa baru. Sekolah dilarang menggelar kegiatan perpeloncoan atau kekerasan fisik dan menggantinya dengan kegiatan edukatif pengenalan lingkungan yang mendidik.

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Dwi Atmojo Heri, Minggu (16/7/2017) mengatakan, akan memantau langsung hari pertama masuk sekolah mulai Senin (17/7/2017) disemua SMP baik negeri maupun swasta. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kegiatan awal belajar mengajar khususnya terhadap siswa baru.

Dalam setiap tahun ajaran baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo rutin melakukan pemantauan. Tidak sekedar himbauan namun juga peninjauan langsung ke sekolah.

“Perpeloncoan sudah tidak ada di Sukoharjo. Meski demikian tetap kami pantau di Sekolah pada tiga hari pertama masuk,” ujar Heri.

Petugas yang diterjunkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo melibatkan UPTD di masing masing kecamatan dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Mereka nantinya yang akan memberikan laporan kepada dinas mengenai pelaksanaan kegiatan.

Siswa baru sengaja mendapatkan perhatian lebih karena mereka kali pertama masuk sekolah ditingkat menengah setelah lulus SD. Mereka akan lebih diberikan porsi lebih berkaitan dengan pengenalan lingkungan sekolah dan materi pendidikan.

“Para siswa baru tentu akan dikenalkan lebih dulu terhadap lingkungan sekolah. Sebab semua berubah ditingkat SMP beda dengan SD. Baik materi belajar, jam belajar dan teman di sekolah lebih banyak dibanding di SD,” lanjutnya.

Pada tiga hari pertama masuk pihak sekolah telah diberikan pembekalan materi dari dinas. Selanjutnya akan diteruskan ke siswa senior dan guru pembimbing.

“OSIS wajib didampingi guru dan kepala sekolah bertanggungjawab penuh. Tidak boleh ada kekerasan fisik,” lanjutnya.(Mam)

 

BERITA REKOMENDASI