Cegah Tindak Kekerasan Pada Anak, PKK dan Bidan Desa Digerakkan

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Upaya mengurangi angka kekerasan dan eksploitasi terhadap anak terus dilakukan, diantaranya dengan menggerakkan kader pembina kesejahteraan keluarga (PKK) dan bidan desa. Kampanye dan sosialisasi tersebut perlu digencarkan untuk mengubah cara pandang dan perilaku yang mengarah ke tindak kejahatan terhadap anak.

“Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka kekekerasan terhadap anak di Boyolali yang sudah dicanangkan sebagai Kabupaten Layak Anak,” terang Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Anak (DPPKAB) Boyolali, Dinuk Prabandini, di sela pelatihan petugas pelayanan dan pendampingan korban kekerasan, Rabu (15/3/2017).

Berdasar catatannya, sejak awal tahun ini sudah ada 17 kasus kekerasan pada anak. Meski jumlah kasusnya terus menurun dari tahun ke tahun, namun hal tersebut mengindikasikan perilaku kekerasan terhadap anak masih ada. Perilaku kekerasan pada anak, misalnya tindakan verbal pada anak, mengeksploitasi anak untuk mencari uang dengan mengamen atau mengemis, dan bentuk perilaku lain yang dikategorikan sebagai pola kekerasan pada anak.

Upaya untuk mengkampanyekan perubahan pola pandang tindak kekerasan pada anak, sambungnya, terus dilakukan. Diantaranya dengan sosialisasi dampak kekerasan pada anak, penguatan mental remaja, pembentukan organisasi konseling, hingga penindakan secara hukum kepada pelaku kekerasan. Pihaknya juga memaksimalkan kader PKK dalam kampanye dan sosialisasi tersebut, sebab peran ibu dalam keluarga sangat vital dalam Mengantisipasi munculnya tindak kekerasan pada anak.

“Masih rendahnya tingkat pendidikan di masyarakat juga menjadi pemicu tindakan atau pola kekerasan tersebut,” pungkasnya. (R-11)

 

BERITA REKOMENDASI