Coklit Pilgub, Perantau Masuk Sasaran

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 dimulai. Petugas terlibat mendata secara keseluruhan terhadap 2.830 Kepala Keluarga (KK) terdata. Mereka disasar baik yang posisi tinggal di rumah maupun menjadi boro atau merantau. Buktinya yakni menunjukan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Kuswanto, Minggu (21/01/2018) mengatakan, coklit sudah dimulai Sabtu (20/1) sampai 18 Februari mendatang. Sebanyak 1.353 personel petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) telah disiapkan. Ada juga 60 orang personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 501 personel Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilibatkan.

Pada pelaksanaan coklit hari pertama Sabtu (20/01/2018) petugas mulai melakukan pendataan dengan mendatangi rumah terhadap sejumlah tokoh masyarakat. Diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa di rumah di wilayah Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota dan Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto di rumah di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari.

"Petugas sudah menyebar melakukan coklit. Pendataan dilakukan secara menyeluruh baik warga yang masih beraktifitas di sini maupun para boro atau perantau. Khusus untuk boro atau perantau selama pihak keluaga yang di rumah pada saat didatangi petugas bisa menunjukan KTP dan KK bersangkutan maka dimasukan dalam data,” ujar Kuswanto.

Pendataan tersebut dilakukan karena para boro atau perantau masih memiliki hak memilih dalam pemilu. “Didata dulu soal boro atau perantau nanti bagaimana mereka tentunya pada saat pencolosan dan pulang ke kampung halaman bisa menggunakan hak pilihnya,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, sudah didatangi petugas untuk melakukan coklit. Sebagai warga biasa Agus mengaku hak pilihnya dalam memilih saat pemilu sudah dipenuhi petugas. (Mam)

BERITA REKOMENDASI